Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ASEAN sudah satu suara tanggapi ketegangan AS dan Korea Utara

ASEAN sudah satu suara tanggapi ketegangan AS dan Korea Utara Kim Jong-un luncurkan roket Hwasong-14. ©REUTERS/KCNA

Merdeka.com - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara masih terus memanas. Hal itu ditandai dengan adanya larangan berkunjung ke Korea Utara untuk siapapun yang memiliki paspor Amerika per satu September 2017 ini.

Menyikapi hal tersebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan Indonesia termasuk kesembilan Menlu yang tergabung dalam Association of South East Asia Nations (ASEAN) sudah sangat solid untuk mengatasi konflik itu.

"Pernyataan kita solid selama pertemuan di AMM (ASEAN Ministerial Meeting) di Manila. Dan Refleks keputusan itu menyangkut satu situasi di dunia di semenanjung Korea," kata Retno, usai acara seremonial perayaan ulang tahun ASEAN di Gedung ASEAN, Jakarta, Jumat (11/8).

Sebelumnya diketahui, Kementerian Luar Negeri AS telah mengirim perintah larangan untuk masuk ke Korea Utara ke daftar federal. Penduduk AS yang ingin berkunjung ke Korea Utara bisa melakukannya sebelum tanggal yang telah ditentukan.

Namun pengecualian mungkin saja diberikan kepada wartawan atau para sukarelawan. Sebab, para wartawan profesional, perwakilan Komite Palang Merah Internasional dan AS sering bepergian dalam misi resmi ke Korut atas pertimbangan kemanusiaan yang mendesak.

Hal ini, membuat para Menlu negara-negara ASEAN prihatin, dan mendesak Korea Utara untuk mematuhi Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Para Menlu merasa ketegangan antara AS, dan juga konflik Korea Utara dan Korea Selatan secara serius mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan dan dunia.

Karena itu mereka mendesak Korea Utara untuk segera mematuhi Resolusi DK PBB agar kawasan kembali stabil dan aman.

"Perkembangan ini secara serius mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan dan dunia. Dalam hal ini, kami sangat mendesak DPRK untuk segera mematuhi sepenuhnya kewajibannya berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan," lanjut para Menlu ASEAN.

Dalam pernyataan tersebut, para Menlu ASEAN juga menyatakan dukungan mereka atas denuklirisasi di Semenanjung Korea. Pengendalian diri juga diserukan wakil negara-negara Asia Tenggara ini kepada semua pihak di sana.

ASEAN juga mendukung inisiatif dari Korea Selatan yang ingin memperbaiki hubungan dengan Pyongyang lewat dialog interaktif. Menurut para Menlu ASEAN, pendekatan inklusif sangat penting dalam menciptakan perdamaian dan mengurangi ketegangan.

Disebutkan pula kesiapan ASEAN memainkan peran konstruktif untuk perdamaian di Semenanjung Korea.

"ASEAN siap memainkan peran konstruktif dalam memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," imbuh para menlu ASEAN.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP