ASEAN disebut akan gagap setiap muncul arus pengungsi Rohingya
Merdeka.com - Komisi Hak Asasi Manusia antar pemerintah ASEAN (AICHR) mengatakan forum kerja sama kawasan Asia Tenggara masih gagap menanggapi masalah pengungsi. Hal ini dibuktikan dengan kurang tanggapnya ASEAN menghadapi masalah kemanusiaan Rohingya di Myanmar.
"ASEAN masih gagap merespon ini. Pertama kali harus ada pertemuan untuk membahas kejahatan lintas nasional seperti perdagangan manusia," ucap Perwakilan Indonesia untuk AICHR, Rafendi Djamin, ketika ditemui di Bakoel Koffie, Jakarta, kemarin malam (6/10).
Menurut Rafendi, negara di kawasan mulai kelabakan ketika akhirnya para pengungsi Rohingya, yang sebagian merupakan korban perdagangan manusia, terdampar di perairan Indonesia. Hal ini mulai menjadi kecemasan negara-negara ASEAN.
Baginya, langkah tiga negara pertama, Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang pertama kali melakukan pembahasan mengenai para pengungsi Rohingya amat bagus. Dia mengatakan tiga negara ini sebagai penggerak ASEAN peduli terhadap pengungsi.
"Keluar pernyataan untuk dibahas dan jadi isu ASEAN. Itu bagus. Dibentuknya satu task force untuk bahas isu ASEAN itu juga bagus. Langkah awal bagi ASEAN terhadap pengungsi," serunya.
Rafendi juga mengatakan pembahasan tiga negara tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dalam pertemuan para menteri luar negeri negara anggota ASEAN di Thailand, disebutkan pemerintah Myanmar memberi respon positif.
"Respon Myanmar sudah bagus, akar masalahnya nanti akan dibantu negara -negara ASEAN, dan mereka akan mencari solusi terbaik di negaranya sendiri," jelas Rafendi.
Pengungsi Rohingya kembali menjadi pembicaraan dunia ketika mereka ditemukan terdampar di perairan Indonesia oleh nelayan lokal. Sebanyak 1.722 etnis Rohingya kini masih tinggal di Aceh.
Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara-negara anggota ASEAN lainnya bahu membahu untuk membantu kebutuhan hidup para etnis Rohingya selama di Aceh. Beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Abu Dhabi, dan Australia turut membantu ASEAN menghadapi bencana kemanusiaan ini.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya