AS Terbitkan Anjuran "Jangan Bepergian" untuk Warganya ke Delapan Negara Afrika
Merdeka.com - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) dan Departemen Luar Negeri pada Sabtu menganjurkan warganya agar jangan bepergian ke delapan negara Afrika. Anjuran ini dikeluarkan setelah Gedung Putih mengumumkan pembatasan perjalanan baru sebagai respons atas munculnya varian baru virus corona, yang dinamakan Omicron.
CDC menaikkan rekomendasi perjalanannya ke "Level Empat: Sangat Tinggi" untuk Afrika Selatan, Zimbabwe, Namibia, Mozambik, Malawi, Lesotho, Eswatini, dan Botswana, sementara Departemen Luar Negeri menerbitkan anjuran "Jangan Bepergian" pada Sabtu, demikian dikutip dari Reuters, Minggu (28/11).
Pada Senin, CDC menurunkan anjuran bepergian ke Afrika Selatan ke "Level 1" Rendah" dari "Level 3: Tinggi".
Dari delapan negara tersebut, hanya Boswana yang sebelumnya masih daftar "Level 4".
Omicron, yang disebut "varian mengkhawatirkan" oleh WHO, berpotensi lebih menular dari varian virus corona sebelumnya, walaupun para ahli belum mengetahui apakah varian yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan ini akan menyebabkan Covid-19 yang kurang atau lebih parah dibandingkan varian lainnya. Perlu waktu beberapa minggu bagi para ilmuwan untuk benar-benar memahami mutasi varian baru ini dan apakah vaksin Covid yang ada saat ini dan pengobatan lainnya efektif melawan Omicron.
Penemuan Omicron memicu kekhawatiran global, diberlakukannya larangan perjalanan oleh sejumlah negara.
Pada Jumat, Gedung Putih mengumumkan akan melarang hampir semua warga negara asing yang telah bepergian ke salah satu dari delapan negara tersebut dalam waktu 14 hari terakhir terbang ke AS mulai Senin (29/11) pukul 00.00 waktu setempat. Pelancong pesawat udara yang berangkat sebelum waktu tersebut akan diizinkan mendarat di AS. Tapi warga negara asing harus divaksinasi dan telah dites negatif virus corona dalam waktu tiga hari.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya