AS Sementara Pindahkan Operasional Kedutaan dari Afghanistan ke Qatar
Merdeka.com - Amerika Serikat menangguhkan kehadiran diplomatik di Afghanistan dan akan melanjutkan operasional kedutaan di Qatar.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken kemarin mengatakan Washington akan terus membantu orang-orang keluar dari Afghanistan, bahkan setelah pasukan AS ditarik.
Pernyataan dari Blinken disampaikan setelah pesawat AS yang terakhir meninggalkan Afghanistan sekaligus ribuan warga Afghan yang telah membantu negara-negara Barat dan kemungkinan memenuhi syarat untuk dievakuasi.
Operasi evakuasi tentara AS tersebut berakhir sebelum tenggat yang disampaikan Presiden AS Joe Biden. Biden menuai banyak kritikan dari Partai Demokrat dan Republik atas penanganan Afghanistan sejak Taliban mengambil alih Kabul pada awal bulan ini.
Dalam pidatonya Blinken mengatakan Washington akan mengurus diplomasi Afghanistan termasuk konsuler administrasi bantuan kemanusiaan dari Ibu Kota Doha, Qatar, dengan tim yang dipimpin oleh Ian McCary, wakil kepala misi AS ke Afghanistan.
"Babak baru dari hubungan Amerika dan Afghanistan kini dimulai. Kami akan melanjutkan usaha tanpa henti untuk membantu warga Amerika, warga negara asing, dan warga Afghanistan, meninggalkan Afghanistan, jika itu yang mereka pilih," kata Blinken seperti dilansir laman Reuters, Selasa (31/8).
Dia mengatakan masih ada sisa hampir lebih dari 100 warga Amerika yang diyakini berada di Afghanistan dan menginginkan untuk pergi namun Washington masih mencoba menentukan jumlah yang tepat. Lebih dari 6.000 warga Amerika sudah dievakuasi.
Sejauh ini sudah lebih dari 122.000 orang diterbangkan keluar dari Kabul sejak 14 Agustus lalu, sehari sebelum Taliban kembali menguasai Afghanistan.
Nasib dari Bandara Kabul sebagai gerbang utama keluar dari Afghanistan masih belum jelas setelah AS pergi dan diambil alih Taliban. Blinken mengatakan Washington sedang mencari cara untuk membantu warga Amerika dan yang lainnya yang memilih pergi melalui jalur darat.
"Kami tahu proses ini tidak akan berjalan dengan mudah dan cepat," kata dia.
Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya