Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AS paksa imigran tandatangani formulir deportasi tanpa bawa anak

AS paksa imigran tandatangani formulir deportasi tanpa bawa anak imigran meksiko nekat terobos perbatasan as di texas. ©2017 AFP Photo/John Moore/Getty Images

Merdeka.com - Puluhan imigran Meksiko dipaksa oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat untuk menandatangani formulir deportasi. Namun rupanya, deportasi itu dilakukan tanpa membawa anak-anak mereka yang ditahan di fasilitas penahanan.

Para imigran orangtua tersebut mengaku mereka buta huruf atau hanya memahami bahasa pribumi sehingga tidak memahami isi formulir yang mereka tandatangani.

"Mereka menunjukkan kepada saya formulir itu dan mengatakan bahwa saya harus menandatanganinya agar bisa dipertemukan kembali dengan putra saya," kata salah satu pencari suaka berinisial HGA saat menyampaikan kesaksian di Pengadilan Distrik San Diego, dikutip dari Reuters, Kamis (26/7).

Sementara itu, kuasa hukum para imigran Sofia Reive, mengatakan bahwa dia bertemu dengan beberapa kliennya yang menyatakan laporan itu. Mereka masuk dalam daftar orangtua tidak berhak dipertemukan kembali dengan anak-anak.

"Para orangtua itu tidak tahu bahwa mereka telah menandatangani dokumen yang menyatakan pelepasan hak untuk dipersatukan kembali dengan anak-anak mereka," ungkap Reive.

Namun, pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan bahwa di formulir itu tertera hak-hak yang akan didapat oleh para imigran yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Spanyol, sehingga kecil kemungkinan para orangtua tidak memahaminya.

"Beberapa orangtua mengindikasi bahwa mereka ingin anak-anak tetap di AS dengan anggota keluarga lain jika mereka dideportasi," ujar pejabat yang menolak disebutkan namanya.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 450 orangtua imigran dipisahkan dengan anak-anak mereka saat tertangkap masuk ke AS secara ilegal. Anak-anak itu kini ditempatkan di pusat penahanan tanpa pendampingan orangtua.

Pemerintah AS dituntut untuk kembali mempersatukan sebanyak 2.500 anak-anak dengan orangtua mereka yang dipisahkan oleh kebijakan 'toleransi nol' untuk para imigran yang dicanangkan Presiden Donald Trump.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP