AS mundur dari Dewan HAM PBB karena anggap terlalu anti-Israel
Merdeka.com - Amerika Serikat kemarin menyatakan menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa seraya menuding lembaga dunia itu terlalu bias dan anti-Israel.
"Sejak lama Dewan HAM menjadi pelindung para pelanggar HAM dan jadi muara bias politik," ujar Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley di Kementerian Luar Negeri AS di Washington, seperti dilansir laman Bloomberg, Selasa (19/6).
Dia menyatakan keputusan mundur itu merupakan penegasan dari penghormatan AS terhadap hak asasi, 'sebuah komitmen yang tidak mengizinkan kami untuk tetap berada di organisasi hipokrit melecehkan hak asasi.'
Anggota Dewan HAM PBB saat ini berjumlah 47 negara. Organisasi PBB ini didirikan pada 2006 dan bermarkas di Jenewa, Swiss. Dua hari lalu Dewan HAM PBB baru saja mengadakan sidang dan menyatakan kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump yang memisahkan anak-anak dari orangtua mereka yang bermigrasi secara ilegal 'tidak bermoral'.
Haley setahun lalu pernah memperingatkan, AS akan menarik diri dari Dewan HAM PBB jika tidak bersikap terhadap apa yang dia sebut bias bagi Israel dan dia mengatakan banyak anggota Dewan HAM, seperti China, Arab Saudi, dan Mesir memiliki catatan buruk soal HAM.
Keputusan pemerintahan Trump ini dikritik keras oleh kubu Demokrat. Senator Chris Coons dari Delaware mengatakan keputusan pemerintah menjadi pesan jelas bahwa pemerintahan Trump tidak mau jadi pemimpin dunia untuk soal hak asasi.
Namun keputusan ini dipuji oleh kubu Republik, termasuk senator Lindsey Graham dari South Carolina dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya