Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penumpang tujuan AS tak boleh bawa barang elektronik ke kabin

Penumpang tujuan AS tak boleh bawa barang elektronik ke kabin Pesawat komersil Yordania. ©2017 independent.co.uk

Merdeka.com - Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump mengeluarkan kebijakan baru, yakni melarang para penumpang pesawat dari delapan negara Timur Tengah dan Afrika Utara membawa perangkat elektronik.

Larangan tersebut akan mencegah penumpang pesawat yang membawa perangkat elektronik lebih besar dari ponsel seperti laptop, iPad, dan kamera ke dalam kabin. Maskapai Royal Jordanian menyebut perangkat eletronik besar harus ikut dimasukkan ke dalam bagasi.

"Sesuai dengan petunjuk dari departemen terkait AS, kami dengan hormat menginformasikan kepada penumpang yang akan berangkat atau tiba di AS tidak diperkenankan membawa perangkat eletronik atau alat yang mengandung listrik ke dalam kabin pesawat," tulis maskapai tersebut seperti dilansir dari laman Independent, Selasa (21/3).

"Adapun perangkat yang dilarang antara lain laptop, tablet, kamera, pemutar DVD, permainan elektronik, dan lain lain dapat ditempatkan ke dalam bagasi saja," tambahnya.

Tidak diungkapkan penumpang dari negara mana saja yang mendapatkan larangan tersebut, namun berdasarkan jadwal penerbangan yang tersedia Yordania, Mesir, Arab, Saudi, dan Uni Emirat Arab termasuk di dalamnya.

Selain itu, tidak disebutkan juga alasan larangan tersebut. Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, David Lapan, enggan berkomentar. Demikian pula Otoritas Keamanan Transportasi dari Homeland Security.

Kendati demikian seorang ahli keamanan penerbangan mengatakan bahwa larangan tersebut diberlakukan sebagai antisipasi keamanan yang didorong oleh badan intelijen untuk menghindari kemungkinan adanya serangan.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP