AS Hargai Kepala Putra Usamah Bin Ladin Senilai Rp 14 Miliar
Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kini tengah memburu Hamza Bin Ladin, putra dari pemimpin kelompok militan Al Qaidah Usamah Bin Ladin. AS mengadakan sayembara bagi siapapun yang memiliki informasi tentang keberadaan pria berusia 30 tahun itu.
AS telah menyiapkan uang senilai USD 1 juta (sekira Rp 14,1 miliar) sebagai hadiah untuk pemberi informasi, serta jaminan kerahasiaan identitas.
Saat ini, Hamza adalah pemimpin kunci kelompok al-Qaidah usai dibunuhnya Usamah bin Ladin pada 2011 oleh pasukan khusus AS. "Hukuman" tersebut diberikan setelah diketahui bahwa ia bertanggung jawab terhadap serangan 11 September atau 9/11 pada 2001 di New York, AS.
Dalam sebuah poster yang diunggah pada laman Twitter Rewards for Justice, AS mengatakan Hamza telah menyebarkan propaganda dalam bentuk suara dan video di internet, sebagaimana dikutip dari BBC News pada Jumat (1/3).
Dalam pesan tersebut ia memerintahkan para pengikut untuk melancarkan serangan terhadap AS serta negara sekutu di Barat. Atas tindakan yang mengancam keamanan banyak negara, AS menyebut Hamza sebagai teroris global sejak dua tahun lalu.
Sejumlah pihak telah memberikan perkiraan tempat tinggal Hamza bin Ladin saat ini.
Menurut Asisten Sekretaris untuk keamanan Diplomatik AS, Michael Evanoff, saat ini Hamza diprediksi tengah berada di perbatasan Afghanistan-Pakistan.
"Kami percaya dia kemungkinan berada di perbatasan Afghanistan-Pakistan dan dia akan menyeberang ke Iran. Namun dia dapat berada di mana saja, Asia selatan atau tengah," kata Evanoff.
Selain itu, Iran juga berpotensi menjadi tempat tinggal Hamza. Mengingat, ia dipercaya telah menghabiskan cukup banyak waktu bersama ibunya di sana, termasuk melangsungkan pernikahannya dengan putri Muhammad Atta --pembajak salah satu dari empat pesawat komersil yang digunakan pada serangan 9/11 2001.
Sedangkan sumber lain mengatakan Hamza kemungkinan berada di Suriah.
Keberadaan Hamza bin Laden pertama terungkap pasca ditemukan surat dari Usamah Bin Ladin di Kota Abbottabad, tempat ia dieksekusi. Surat itu ditujukan untuk putra kesayangannya bernama "Hamza". Usamah ingin sang penerima surat menggantikan dirinya sebagai pemimpin Al Qaidah.
Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya