Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AS Akan Tarik Pasukan Tempur dari Irak pada Akhir 2021

AS Akan Tarik Pasukan Tempur dari Irak pada Akhir 2021 tentara as di irak. ©Ali Haider/EPA

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menyampaikan pasukan AS akan mengakhiri misi tempur mereka di Irak akhir tahun ini, tapi akan terus melatih militer Irak.

Pengumuman ini disampaikan setelah Biden bertemu Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi di Gedung Putih. Saat ini ada 2.500 pasukan AS di Irak yang membantu pasukan lokal menghadapi ISIS.

Jumlah pasukan AS kemungkinan akan tetap sama tetapi langkah itu dilihat sebagai upaya untuk membantu PM Irak. Demikian dikutip dari BBC, Selasa (27/7).

Kehadiran AS di Irak telah menjadi isu utama sejak jenderal tertinggi Iran, Qassim Sulaimaini dan seorang petinggi militer Irak tewas dalam serangan roket AS di Baghdad tahun lalu.

Partai politik yang bersekutu dengan Iran telah meminta penarikan semua pasukan koalisi yang dipimpin AS untuk melawan ISIS, terlepas masih adanya ancaman dari kelompok teror tersebut.

Sementara itu, milisi Syiah dituding AS melakukan ratusan serangan roket, mortir, dan pesawat tak berawak di pangkalan militer Irak yang menampung pasukan koalisi yang disebut sebagai upaya untuk menekan mereka agar segera meninggalkan negara terrsebut.

Bagi Presiden AS, pengumuman tersebut menandai akhir perang lainnya yang dimulai pemerintahan Presiden George W Bush. Tahun ini, pasukan AS juga akan meninggalkan Afghanistan.

Berbicara di Gedung Putih, Biden menyampaikan kepada PM Irak, upaya kontraterorisme mereka akan terus berlanjut walaupun mereka bergerak ke fase baru.

“Hari ini hubungan kami lebih kuat dari sebelumnya. Kerjasama kami adalah untuk ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, budaya dan lainnya,” balas PM Kadhimi.

Kadhimi juga menegaskan tidak ada pasukan tempur asing yang dibutuhkan di Irak.

Pasukan yang dipimpin AS menginvasi Irak pada 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein dan menghapuskan senjata pemusnah massal yang ternyata tidak pernah ada.

Kemudian Presiden George W Bush menjanjikan Irak yang merdeka dan damai, tapi negara itu kemudian diguncang pemberontakan sektarian mematikan.

Pasukan tempur AS akhirnya ditarik pada 2011. Namun mereka kembali lagi atas permintaan pemerintah Irak tiga tahun kemudian ketika ISIS menguasai sebagian wilayah di negara tersebut.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP