Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arti dari perdamaian dua Korea dan nasib zona larangan militer

Arti dari perdamaian dua Korea dan nasib zona larangan militer Aksi pelajar cantik Korea di peringatan HUT ke-25 pemilihan Kim Jong Il. ©2018 KCNA/via Reuters

Merdeka.com - Korea Utara dan Korea Selatan akan segera mengakhiri permusuhan yang sudah berlangsung selama 65 tahun. Angin perdamaian ini mulai tercium setelah Korsel mengundang Korut untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

Sejak itu, kedua negara mulai membuka jalur komunikasi dan melakukan serangkaian pertemuan. Bahkan, kedua pemimpin negara yakni Kim Jong-un dan Presiden Moon Jae-in dijadwalkan untuk bertemu pada 27 April mendatang.

Menurut surat kabar Munhwa Ilbo yang mengutip seorang pejabat Korsel, anggota parlemen dari kedua negara diperkirakan sedang merundingkan rincian kesepakatan yang mungkin bisa mengakhiri konfrontasi.

Dilansir dari laman Bloomberg, Rabu (18/4), jika Korut dan Korsel memutuskan untuk berdamai, maka keduanya harus memulai negosiasi mengenai pembagian Zona Demiliterisasi atau Larangan Militer (DMZ). DMZ merupakan wilayah perbatasan seluas 4 kilometer yang membentang di antara Korut-Korsel.

DMZ sendiri adalah wilayah yang dibangun pada akhir Perang Korea (1950-1953). Ketika itu, PBB termasuk Amerika Serikat, China, dan Korut menandatangani perjanjian untuk menghentikan pertempuran sementara. Namun Korsel menolak untuk menandatangani gencatan senjata tersebut.

Di DMZ, terdapat beberapa bangunan yang didirikan di kedua sisi garis perbatasan negara. Ada juga 'Rumah Perdamaian' yang menjorok ke zona Selatan. Tempat itulah yang akan digunakan oleh kedua pemimpin negara untuk melakukan pembicaraan.

panmunjom

Panmunjom ©2013 Merdeka.com/flickr.com/Nick Lawson

Selain bangunan-bangunan yang sebagian besar dijaga ketat oleh pasukan militer Korut dan Korsel, di DMZ juga terdapat margasatwa. Sisa wilayah seluas 250 kilometer di DMZ tidak pernah tersentuh oleh manusia. Wilayah itu juga merupakan surga bagi beberapa hewan yang terancam punah di Asia seperti beruang hitam, rusa kasturi, dan beberapa burung serta tanaman langka.

Apabila Korut dan Korsel berdamai maka DMZ harus dikembalikan ke negara asalnya. Zona itu mungkin akan lenyap dan garis demarkasi militer akan menjadi perbatasan antara kedua negara. Pasukan yang berjaga di wilayah itu juga akan ditarik mundur bersamaan dengan artileri dan senjata lainnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP