Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arkeolog Mesir Temukan 59 Peti Mati yang Terkubur Sejak 2.500 Tahun Lalu

Arkeolog Mesir Temukan 59 Peti Mati yang Terkubur Sejak 2.500 Tahun Lalu Sarkofagus berusia 2500 tahun. ©2020 REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Merdeka.com - Sebuah tim arkeolog di Mesir pada Sabtu kemarin mengumumkan mereka menemukan 59 peti mati kayu yang telah diawetkan dengan baik, dan tertutup selama beberapa pekan terakhir yang terkubur lebih dari 2.500 tahun lalu.

Dilansir dari SCMP, Minggu (4/10), penemuan tersebut di gali di selatan Kairo di kuburan Saqqara yang luas, pekuburan ibu kota Mesir kuno Memphis sebuah situs Warisan Dunia UNESCO. Tim mengungkapkan sisa-sisa mumi di dalam peti dibungkus kain pemakaman bertuliskan hieroglif dalam warna-warni cerah.

“Kami sangat senang dengan penemuan ini,” jelas Mostafa Waziri, sekretaris jenderal Dewan Purbakala Tertinggi.

Sejak penemuan 13 peti mati pertama diumumkan hampir tiga minggu lalu, lebih banyak lagi yang telah ditemukan di lubang kedalaman hingga 12 meter (40 kaki).

arkeolog mesir temukan 59 peti mati yang terkubur sejak 2.500 tahun laluRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Pariwisata dan Barang Antik, Khaled al-Anani juga mengatakan sejumlah peti mati yang tidak diketahui mungkin masih terkubur di sana dekat piramida Djoser yang berusia 4.700 tahun.

“Jadi hari ini bukan akhir dari penemuan, saya anggap itu awal dari penemuan besar, dan peti mati yang disegel lebih dari 2.500 tahun lalu berasal dari Periode Akhir Mesir kuno, yakni sekitar abad keenam atau ketujuh Sebelum Masehi,” jelasnya.

Penggalian di Saqqara dalam beberapa tahun terakhir telah menemukan banyak artefak serta mumi, ular, burung, kumbang scarab, dan hewan lainnya.

Penemuan peti mati itu merupakan pengumuman besar pertama sejak wabah Covid-10 di Mesir, yang menyebabkan penutupan museum dan situs arkeologi selama sekitar tiga bulan mulai akhir maret.

Anani mengatakan semua peti mati akan dibawa ke Museum Besar Mesir (GEM) yang akan segera dibuka di dataran tinggi Giza.

Mesir berharap kesibukan penemuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir dan GEM akan meningkatkan sektor pariwisata vitalnya, yang mana telah mengalami banyak guncangan sejak pemberontakan musim semi Arab 2011 dan yang terakhir pandemi.

Reporter Magang: Galya Nge

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP