Arab Saudi tidak serius cabut blokade di Yaman
Merdeka.com - Pencabutan blokade terhadap sejumlah pelabuhan dan bandara di Yaman oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ternyata cuma isapan jempol. Sebab menurut laporan sejumlah lembaga relawan kemanusiaan, mereka masih dihambat ketika hendak mengirim bantuan supaya penduduk Yaman terhindar dari kelaparan.
Rabu lalu pasukan koalisi berjanji membuka Pelabuhan Hudaida mulai Kamis sore. Namun, hingga Jumat siang, sejumlah relawan mengawal pengiriman bantuan belum diizinkan tiba dan masih terkatung-katung tanpa alasan jelas.
"Kami sudah menurut mengajukan permohonan pengiriman bantuan, tetapi tidak ada kejelasan. Kami tidak tahu apa alasan mereka tidak mengizinkan pengiriman bantuan," kata sumber yang merupakan relawan PBB di Yaman.
Dilansir dari laman The Guardian, Sabtu (25/11), Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (OCHA) di Yaman, Jamie McGoldrick, juga mengatakan hal yang sama. Mereka masih menunggu izin supaya pesawat membawa bantuan bisa diizinkan mendarat.
Padahal pada Kamis lalu, Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Farhan Haq, sudah menyatakan pencabutan blokade itu diterapkan di bandara di Ibu Kota Sanaa, dan Pelabuhan Hudaida serta Pelabuhan Salif. Dia menyatakan akan mengirimkan perwakilan PBB buat memantau pencabutan blokade.
Yaman adalah negara paling miskin di Jazirah Arab. Kehidupan mereka sangat bergantung dari impor bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Sekitar 17 juta penduduk Yaman sangat membutuhkan makanan, tujuh juta di antaranya bahkan terancam kelaparan sebagai dampak dari perang sudah berkecamuk selama tiga tahun. Wabah kolera yang merebak sudah merenggut dua ribu nyawa.
Pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi menutup jalur laut, darat, dan udara ke Yaman sebagai balasan atas peluncuran roket dilakukan pemberontak Huthi beberapa waktu lalu, diarahkan ke bandara di Ibu Kota Riyadh. Namun, keputusan itu justru membikin situasi semakin parah.
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan Kemanusiaan, Mark Lowcock, menyatakan sudah memperingatkan jika Arab Saudi terus melakukan blokade maka dia yakin di Yaman bakal terjadi bencana kelaparan terbesar di dunia. Dia meminta pasukan koalisi membuka akses jalur laut dan udara, supaya lembaga dan relawan kemanusiaan bisa mengirim bantuan.
"Situasi di Yaman sangat mengkhawatirkan. Yang paling penting adalah sejumlah pelabuhan dan bandara di Yaman harus tetap berfungsi," kata Duta Besar Italia untuk PBB, Sebastiano Cardi, yang memimpin rapat soal krisis kemanusiaan di Yaman, alam Dewan Keamanan PBB.
Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengatakan sudah membujuk Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adil al-Jubair, supaya mempertimbangkan pembukaan kembali pelabuhan dan bandara di Yaman.
"Yang harus dilakukan adalah mengurangi blokade, bukan menambahnya," kata Lowcock.
Lembaga bantuan PBB dan lainnya mengatakan, akibat penutupan perbatasan dan akses ke pelabuhan serta bandara membuat harga pangan dan barang melejit. Lembaga nirlaba dari Prancis, Doctors Without Borders (MSF), mengatakan kalau pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi menolak permohonan mereka buat datang ke Yaman. Alhasil, mereka kesulitan mengirim tenaga medis membantu penduduk Yaman yang sakit. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya