Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arab Saudi lancarkan serangan rebut Kota Hodeida di Yaman dari tangan Huthi

Arab Saudi lancarkan serangan rebut Kota Hodeida di Yaman dari tangan Huthi Sejumlah orang melintas di Pelabuhan Laut Merah Hodeida pada 1 Oktober 2017. REUTERS/Abduljabbar Zeyad

Merdeka.com - Kota Hodeida menjadi salah satu titik yang sedang diperebutkan militer Yaman dari tangan pemberontak Huthi. Ini merupakan sebuh kota pelabuhan yang menjadi titik pertikaian dalam perang Yaman, sejak Arab Saudi dan sekutunya campur tangan atas nama pemerintah pada tahun 2015 terhadap pemberontak Huthi yang bersekutu dengan Iran.

Saat ini basis militer Yaman hanya berjarak sekitar 20 kilometer (12 mil) dari Hodeida. "Tentara Yaman yang didukung oleh koalisi berada pada jarak sekitar 20 kilometer dari Hodeida," kata juru bicara koalisi Turki al-Maliki kepada wartawan di Riyadh, dikutip dari AFP, Selasa (29/5).

Pelabuhan Laut Merah itu telah lama dikuasai oleh pemberontak Huthi. Hodeida adalah jalur utama untuk bantuan kemanusiaan di mana jutaan orang bergantung, karena Yaman bergolak di ambang kelaparan.

Tapi untuk negara tetangga Arab Saudi, Hodeida dipandang sebagai titik masuk untuk persenjataan pemberontak, yang mana Iran dituduh memasok senjata untuk mereka.

"Tujuannya adalah mengembalikan kota itu kembali kepada pemerintah Yaman yang sah. Operasi kami sedang berlangsung," ujar Maliki.

Tidak ada komentar langsung dari para pemberontak tentang klaim Maliki.

Uni Emirat Arab, anggota kunci dari aliansi yang dipimpin Saudi telah mengambil inisiatif untuk meningkatkan serangan di kawasan tersebut.

Pada November 2017, koalisi mengumumkan blokade total terhadap Hodeida sebagai tanggapan terhadap serangan rudal balistik pemberontak yang menargetkan Ibu Kota Saudi, Riyadh.

Embargo itu mereda di bawah tekanan internasional, tetapi koalisi sementara itu menetapkan tujuan untuk merebut kembali Hodeida melalui darat, terutama karena serangan rudal pemberontak telah meningkat.

PBB telah memperingatkan bahwa setiap operasi yang bertujuan untuk merebut Hodeida itu sendiri akan mengganggu masuknya pengiriman bantuan ke Yaman, 70 persen di antaranya mengalir melalui pelabuhan yang dikuasai pemberontak.

Pertempuran di Yaman barat sangat sengit, ranjau darat telah dipasang oleh pemberontak, menurut sumber militer Yaman.

Hampir 10.000 orang tewas sejak aliansi pimpinan-Saudi melancarkan intervensi di Yaman pada Maret 2015, berkontribusi pada apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP