Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Arab Saudi dikabarkan akan mengakui Jamal Khashoggi mati dibunuh

Arab Saudi dikabarkan akan mengakui Jamal Khashoggi mati dibunuh Jamal Khashoggi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Arab Saudi saat ini sedang mempersiapkan pengakuan akan keterlibatannya dalam kasus hilangnya wartawan senior Jamal Khashoggi. Mengutip dua orang sumber yang tidak disebutkan namanya kepada CNN, Saudi nantinya akan mengakui bahwa Khashoggi terbunuh akibat dari proses interogasi yang kelewat batas.

Dilansir dari laman Middle East Eye, Selasa (16/10), salah satu sumber memperingatkan bahwa laporan pengakuan ini masih dirancang dan bisa saja berubah. Dia juga membeberkan bahwa ada kemungkinan Saudi mengklaim bahwa operasi interogasi terhadap Khashoggi dilakukan tanpa izin pemerintah dan mereka yang terlibat dipastikan akan bertanggung jawab.

Informasi ini muncul ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo tiba di Riyadh, Saudi, untuk bertatap muka dengan pemimpin Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Keduanya berencana membahas kasus hilangnya Khashoggi.

Khashoggi diberitakan hilang pada 2 Oktober lalu. Dia masuk ke kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, untuk mengurus dokumen pernikahannya namun tidak pernah terlihat keluar gedung sejak saat itu. Pemerintah Turki yakin bahwa Khashoggi telah dibunuh dan mayatnya dimutilasi lalu dibawa keluar gedung. Namun Saudi membantah keras tudingan itu.

Jika laporan pengakuan Saudi benar-benar dikeluarkan, maka hal ini akan berbanding terbalik dengan pernyataan sebelumnya, di mana pejabat negara tersebut berkeras bahwa Khashoggi yang terlihat masuk ke kantor konsulat Saudi segera meninggalkan gedung itu dalam waktu yang singkat.

Berita hilangnya Khashoggi hingga kini masih menjadi misteri. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya telah menerima laporan bahwa Khashoggi terbunuh saat melewati proses interogasi. Namun dia tidak tahu pasti apakah laporan ini bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya tidak tahu pasti. Saya hanya akan menunggu apa yang akan dikatakan oleh mereka. Tidak ada yang tahu apakah ini laporan resmi atau bukan. Sejauh ini, laporan tersebut masih berita rumor yang terus keluar," ungkap Trump di hadapan awak saat menggelar jumpa persi di Warner Robins, Georgia.

Sementara itu, seorang sumber dari Turki menyebutkan bahwa berdasarkan penyelidikan, negara tersebut sudah menyimpulkan bahwa teori 'insiden pembunuhan' terhadap Khashoggi memang benar-benar terjadi.

Bahkan sumber tersebut mengklaim Turki memiliki bukti rekaman suara dan video menunjukkan proses interogasi terhadap Khashoggi yang diwarnai kekerasan sejak awal. Interogasi itu dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan nyawa Khashoggi.

Sebagai informasi, Khashoggi melarikan diri dari Arab Saudi pada 2017 lalu karena tindakan keras pemerintah terhadap suara-suara kritisnya. Saat itu dia mulai menjadi kolumnis untuk media Amerika Serikat, Washington Post.

Beberapa tulisan Khashoggi berisi tentang kritikan terhadap kebijakan Arab Saudi terhadap Qatar dan Kanada, perang Yaman, hingga tindakan keras terhadap media dan aktivis.

Khashoggi sebelumnya pernah menjadi pemimpin redaksi surat kabar Saudi Watan dan menjabat sebagai penasihat media untuk Pangeran Turki al-Faisal selama masa jabatannya sebagai duta besar di London dan Washington.

(mdk/ias)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP