Apollo 11, datang ke bulan dengan damai demi umat manusia
Merdeka.com - Minggu, 20 Juli 43 tahun silam tiga manusia menjejakkan kakinya pertama kali di Bulan. Nama astronot Neil Alden Armstrong, Michael Collins, dan Edwin Eugene "Buzz" Aldrin pun dikenang dalam proyek penjelajahan antariksa termasyhur sepanjang masa, Apollo 11.
Menurut laporan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Neil Armstrong menjadi lelaki pertama menginjak Bulan, diikuti Edwin Aldrin. Michael Collins tidak mendapat kesempatan berpijak di Bulan lantaran memiliki tugas lain. Dapat dibayangkan berapa besar usaha buat mewujudkan mimpi mengirimkan orang buat berjalan di Bulan. Proyek itu dimulai pada 1961 dengan melibatkan lebih dari 300 ribu ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, latar belakang, dan tentunya uang tidak sedikit.
Penjelajahan manusia ke Bulan berawal dari perlombaan antariksa antardua poros dunia saat itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat. Maklum saja sejak berakhirnya Perang Dunia II, ideologi komunis dan kapitalis diwakili dua negara itu selalu adu kehebatan dalam segala bidang, termasuk penjelajahan antariksa. Bahkan sempat beredar gosip jika keduanya bakal berperang di luar angkasa, dikenal dengan istilah Star Wars.
Ketiga astronot itu berada di luar angkasa selama 59 jam. Mereka bertugas mengambil sampel material di Bulan, memasang plakat, dan mengambil gambar dokumentasi dengan kamera foto. Selain itu mereka meninggalkan sebuah satelit berjuluk Eagle. Roket Saturn V berjasa menerbangkan tiga lelaki itu menembus atmosfer. Peluncurannya pun ditayangkan oleh berbagai stasiun televisi di seluruh dunia.
Sekembalinya ke bumi, Armstrong, Edwin, dan Collins dielu-elukan banyak orang. Tidak peduli tua dan muda, semuanya larut dalam suka cita menyambut kedatangan tiga pahlawan baru itu. Tetapi sebelum ketiganya pulang ke rumah, mereka terlebih dulu dikarantina selama tiga minggu. Setelah itu permintaan wawancara datang bertubi-tubi.
Bagi Amerika Serikat, keberhasilan itu membuktikan teknologi mereka tidak kalah dari Soviet. Negeri Paman Sam bisa sedikit jumawa di depan wajah negeri pengusung ideologi berlambang palu arit itu. Satu langkah kecil bagi seorang laki-laki, tapi merupakan lompatan besar umat manusia. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya