Angkatan Darat Thailand Bantah Kirim Pasokan Beras untuk Pasukan Myanmar
Merdeka.com - Angkatan darat Thailand membantah telah mengirim pasokan beras untuk unit pasukan bersenjata Myanmar. Dalam bantahannya pada Sabtu, angkatan darat Thailand mengatakan setiap bahan makanan yang dikirim melalui perbatasan adalah bagian dari perdagangan normal.
Militer Myanmar menghadapi kecaman internasional terkait kudeta 1 Februari dan kekerasan berdarah terhadap para pengunjuk rasa yang menentang kekuasaan militer di mana hampir 250 orang telah terbunuh.
Thailand telah menyuarakan keprihatinannya terkait pembunuhan tersebut.
Bantuan langsung Thailand untuk militer Myanmar kemungkinan besar akan menuai kritik dari pendukung pemimpin yang digulingkan, Aung San Suu Kyi. Peraih Nobel Perdamaian itu ditangkap sejak kudeta.
Media Thailand melaporkan, angkatan darat Thailand mengirim 700 karung beras ke unit angkatan darat Myanmar di wilayah timur perbatasan, mengutip seorang pejabat keamanan yang tak disebutkan namanya, mengatakan pengiriman itu atas perintah pemerintah Thailand.
“Angkatan darat Thailand tidak memasok angkatan darat Myanmar dan tidak ada kontak permintaan bantuan dari tentara Myanmar atau permintaan bantuan apapun dari kami karena mereka memiliki kehormatan mereka sendiri,” jelas komandan Pasukan Naresuan, Mayor Jenderal Amnat Srimak, dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Senin (22/3).
“Jika ada sesuatu, menurut saya ada perdagangan biasa di perlintasan perbatasan normal,” lanjutnya.
“Kami tidak menghalangi ini jika perintahnya tidak bertentangan dengan hukum dan mengikuti prosedur bea cukai.”
Juru bicara pemerintah Thailand tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters terkait hal ini. Angkatan darat Myanmar juga tidak menjawab telepon untuk dimintai komentarnya.
Bukan rute perdagangan normal
Media Thailand menyampaikan, unit angkatan darat Myanmar yang dipasok di dekat perbatasan telah diputus oleh pasukan Persatuan Nasional Karen (KNU), kelompok pemberontak etnis minoritas yang menyetujui gencatan senjata dengan pemerintah Myanmar pada 2012.
Seorang juru bicara KNU menolak mengomentari hal ini. KNU mendukung gerakan demokrasi Myanmar dan mengecam kudeta dan tindakan keras militer.
Media Thailand menampilkan foto-foto yang tampak seperti karung-karung beras yang dimuat ke dalam truk di perbatasan. Gambar-gambar yang dilihat Reuters itu menunjukkan sejumlah pria, beberapa memakai seragam kamuflase, menyeberang ke Thailand dan suhu mereka dicek.
Pergerakan antara Thailand dan Myanmar sangat dibatasi sejak pandemi virus corona, dengan perdagangan yang terbatas. Penduduk mengatakan kepada wartawan Reuters, perlintasan yang ditunjukkan dalam gambar-gambar tersebut bukan rute perdagangan normal.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya