Angka Bunuh Diri Pelajar Jepang Pecahkan Rekor Tertinggi di 2020
Merdeka.com - Angka bunuh diri di kalangan pelajar di Jepang mencapai 499 pada 2020, naik 100 dari tahun sebelumnya dan mencapai rekor tertinggi, menurut data pemerintah.
Pejabat kementerian kesehatan mengaitkan peningkatan ini dengan kekhawatiran kalangan pelajar tentang pendidikan dan jalur karier mereka, termasuk perselisihan keluarga karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu di rumah karena pandemi virus corona.
Menurut Badan Kepolisian Nasional, data 2020 ini merupakan yang tertinggi sejak data pembanding mulai tersedia pada 1980. Dari data tersebut, 14 merupakan pelajar SD, 146 pelajar SMP, dan 339 pelajar SMA. Pelajar SD di Jepang berusia antara 6 dan 12 tahun.
Bunuh diri yang dilakukan pelajar SMA perempuan naik menjadi 140 kasus dari 80.
Bunuh diri hampir tak berubah antara Januari dan Mei, periode gelombang pertama pandemi di negara tersebut dan pemberlakuan keadaan darurat pertama Covid-19.
Childline Support Center Jepang, organisasi yang bermarkas di Tokyo mengelola saluran bantuan online untuk anak muda sampai usia 18 tahun, mengatakan para orang tua dan guru harus meningkatkan upaya untuk menjaga anak-anak yang tumbuh kembangnya rentan karena lingkungan rumah menjadi lebih memicu stres selama pandemi virus corona.
“Virus telah menghilangkan kesempatan bagi mereka terlibat dengan pelajar lain yang membuat mereka merasa nyaman saat aktivitas di sekolah dan setelah jam sekolah, membuat hari-hari mereka tersiksa,” jelas direktur representatif Childline Support Center, Junko Kobayashi, dikutip dari laman The Mainichi, Senin (22/3).
“Kami ingin orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya melakukan upaya untuk menjaga anak-anak yang khawatir dan tertekan,” lanjutnya.
Badan Kepolisian Nasional mengatakan, total angka bunuh diri anak-anak sebanyak 777 kasus, naik 118. Alasan bunuh diri karena depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya, dan tertekan dengan masa depan atau turunnya prestasi akademis.
Angka bunuh diri di Jepang naik 912 sehingga totalnya menjadi 21.081 dalam laporan tahunan, menandai peningkatan pertama sejak 2009 saat terjadi krisis keuangan global.
Bunuh diri perempuan naik 395 menjadi 7.026, sementara kasus bunuh diri pria turun 23 sehingga menjadi 14.055 dalam penurunan selama 11 tahun berturut-turut.
Data kepolisian menyebut masalah kesehatan, masalah keluarga, dan kesulitan ekonomi menjadi motif naiknya angka bunuh diri di kalangan perempuan.
Peningkatan angka bunuh diri naik dalam periode Juli-Desember, dengan Oktober mencapai level tertinggi di 2.230. Beberapa ahli menduga bunuh diri oleh selebriti seperti aktor Haruma Miura pada Juli dan aktris Yuko Takeuchi pada September, mungkin memicu peningkatan tersebut.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya