Anggota tim sukses Trump mengaku jiplak pidato Michelle Obama
Merdeka.com - Meredith McIver membuat pernyataan terbuka telah melakukan kesalahan fatal saat merancang pidato Melania Trump dalam Konvensi Partai Republik. Pidato istri calon presiden Donald Trump itu memicu olok-olok karena ternyata isinya menyerupai pidato ibu negara Amerika Serikat pada 2008 lalu.
McIver adalah anggota tim sukses Trump yang bertugas membuat pidato. Saat menulis naskah itu, dia mengajak Melania mengingat siapa saja tokoh yang menginspirasinya sebagai seorang perempuan calon ibu negara baru. Melania lantas membacakan kutipan naskah Michelle saat membuka Konvensi Partai Demokrat 2008. McIver mengaku langsung memasukkan ucapan Melania tanpa memeriksa kembali.
"Kesalahan saya adalah tidak memeriksa lagi pidato asli Michelle Obama. Itulah letak kesalahan saya yang memicu seluruh kekacauan ini menimpa pasangan Trump," ujarnya lewat keterangan tertulis seperti dilansir the Daily Mail, Kamis (21/7).
McIver, sebelum menjadi anggota tim sukses Trump sempat berkarir sebagai balerina, sudah mengajukan pengunduran diri. Namun permintaannya ditolak oleh Trump. "Donald Trump bilang saya melakukan kesalahan manusiawi. Saya diminta bangkit dan belajar dari kesalahan," tulisnya.
Sebelumnya diberitakan banyak kata-kata dalam pidato Melania menyerupai, bahkan sama persis dalam bahasa Inggris, dengan sambutan Michelle Obama pada Konvensi Partai Demokrat tahun 2008. Tak sedikit netizen Amerika Serikat meramaikan tudingan itu dengan membuat video pendek membandingkan langsung pidato Melania dengan Michelle.
Berikut video yang lebih jelas menampilkan kemiripan dua pidato itu dalam bahasa Inggris:
Saking memalukannya skandal dugaan plagiasi ini, kalangan konservatif ikut menyerang tim kampanye Trump. Padahal pendukung sang miliarder kasino itu rata-rata kelompok sayap kanan Negeri Paman Sam.
"Dugaan plagiasi ini barangkali ketololan paling kocak dalam sejarah konvensi parpol di negara kita," tulis David Frum, salah satu komentator konservatif melalui akun Twitternya.
Bukan Trump namanya jika tak bisa berkilah serta memanfaatkan kritikan pada sang istri untuk balas mengejek lawan-lawan politiknya. Melalui akun Twitternya kemarin, Trump menyindir media massa AS yang aktif memojokkan pidato Melania sembari menyerang Hillary Clinton, calon lawannya dalam pemilu presiden November mendatang.
"Media massa menyelidiki pidato Melania lebih gigih dibanding FBI saat memeriksa skandal email pribadi Hillary saat menjabat sebagai menlu AS," tulis Trump.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya