Anggota Parlemen Selandia Baru Diusir dari Ruang Rapat karena Tolak Pakai Dasi
Merdeka.com - Pemimpin Partai Maori Selandia Baru, Rawiri Waititi diusir dari ruang rapat parlemen setelah menolak memakai dasi.
Pembahasan soal pakaian Waititi semakin memanas, dengan Ketua DPR akhirnya menyuruhnya keluar dari ruang rapat.
"Ini bukan soal dasi, ini soal identitas kultural," ujar Waititi saat keluar dari ruangan tersebut, dikutip dari The Independent, Rabu (10/1).
Waititi mempertahankan pilihannya memakai busana khas Maori di ruangan rapat, sementara Ketua DPR Trevor Mallard, mengatakan pakaian Waititi tak sesuai aturan berbusana, dan dia tak akan diizinkan untuk berbicara. Ketika Waititi terus berbicara, dia diminta meninggalkan ruang rapat.
Aturan berbusana terbaru parlemen mewajibkan semua anggota pria memakai dasi. Namun, Waititi memutuskan tak memakainya dan kerahnya dihiasu pounamu atau kalung batu hijau.
Ini bukan kali pertama Waititi diusir dari ruang sidang parlemen Selandia Baru karena menolak mematuhi aturan berbusana. Tahun lalu, dia juga diusir karena alasan yang sama.
Sebelumnya Waititi menyebut dasi sebagai "jeratan kolonial". Dalam pidato pertamanya di parlemen, Waititi menyampaikan dalam bahasaMaori: "Buang jeratan itu dari leherku agar aku bisa menyanyikan laguku," menurut laporanThe New Zealand Herald.
Mallard sebelumnya meminta anggota parlemen menyampaikan pendapatnya bagaiaman seharusnya para anggota berbusana di DPR dan diputuskan anggota pria tetap pakai jas dan dasi.
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengomentari hal ini, mengatakan menurutnya banyak masalah penting yang perlu mendapat perhatian parlemen, daripada membahas harus atau tidak memakai dasi.
"Menurut saya orang Selandia Baru tak peduli soal dasi."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya