Angela Merkel terpilih sebagai 'Sosok Tahun Ini' versi TIME
Merdeka.com - Kanselir Jerman, Angela Merkel, terpilih menjadi 'Sosok Tahun Ini' versi Majalah TIME, yang diumumkan Kamis (10/12). Butuh 29 tahun bagi majalah bergengsi Amerika Serikat itu kembali memilih sosok perempuan tokoh paling berpengaruh sedunia dalam setahun. Terakhir kali perempuan menjadi 'Sosok Tahun Ini' adalah Corazon Aquino, Presiden Filipina yang menumbangkan diktator Ferdinand Marcos.
Editor TIME, Radhika Jones, menyatakan Merkel dipilih karena perannya sangat besar dalam menangani arus pengungsi Timur Tengah ke Eropa sepanjang 2015. Warga dunia seringkali mengaggap Eropa bisa makmur begitu saja, tanpa mengingat peran Jerman menjadi penyangga bidang ekonomi maupun politik.
"Benua Biru sebetulnya selalu berada dalam ketegangan. Kemampuan Merkel dan kabinetnya memastikan kebijakan bangsa-bangsa Eropa lentur menerapkan sistem perbatasan tahun ini sangat luar biasa," tulis Jones, seperti dikutip dari BBC.
Editor TIME lainnya, Nancy Gibbs, menyatakan komitmen Merkel untuk menerima satu juta pengungsi sangat menyentuh. Politikus Partai Uni Demokratik Kristen ini berada di garis depan menjaga supaya krisis ekonomi Yunani tidak menular ke negara-negara Benua Biru lainnya. Merkel pula yang meredam ketegangan negara Blok Barat dengan Rusia, selepas konflik Ukraina, jatuhnya MH 17, atau pencaplokan Crimea.

Kanselir Jerman Angela Merkel dipilih TIME sebagai Person of the Year ©2015 Merdeka.com
"Dia kukuh memunculkan kebijakaan bermanfaat, serta menghadirkan kepemimpinan moral yang teguh. Sosok yang sulit didapatkan dunia saat ini," kata Gibbs.
Redaksi TIME menyatakan Merkel unggul dari Khalifah ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi yang berada di posisi kedua. Sedang posisi ketiga adalah bakal capres Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump, yang kerap menyulut kontroversi atas komentar-komentarnya terhadap Islam, imigran, ataupun perempuan.
TIME biasanya memilih 'Sosok Tahun Ini' untuk orang-orang yang mewarnai pemberitaan selama 12 bulan, tanpa menimbang apakah coraknya negatif atau positif. Itu menjelaskan mengapa Adolf Hitler, sang pemimpin Nazi, pernah mendapat penobatan serupa pada edisi 1938.
Penghargaan ini juga bisa diberikan pada lebih dari satu individu, kendati memakai istilah 'sosok'. Tahun lalu, para sukarelawan yang merawat penderita Ebola di Afrika terpilih sebagai 'Sosok Tahun Ini'. Pada 2013 Paus Fransiskus yang menyebarkan pesan toleransi serta semangat mereformasi gereja Katolik mendapat anugerah serupa. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya