Ancaman Perang Dunia Ketiga ada di tangan Putin?
Merdeka.com - Tentu bukan tanpa alasan majalah Forbes menobatkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai sosok paling berkuasa sejagat tahun ini.
Sudah dua tahun berturut-turut Putin melampaui Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama sebagai sosok paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes.
"Tidak dapat dipungkiri dengan perangainya tak bisa ditebak dan tidak bisa kita lacak sumber daya nuklir dan energinya, siapa berani menyebut Putin sosok yang lemah," kata Editor Senior Forbes Caroline Howard.
Akibat aksinya di Ukraina belakangan ini, seorang aktivis politik sekaligus juara dunia catur Gary Kasparov baru-baru ini menyebut Putin sebagai "ancaman serius" bagi kestabilan dunia.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Kasparov menyebut Putin merupakan ancaman lebih besar ketimbang kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dalam sebuah pidato akhir bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Amerika Serikat atas kekacauan di Ukraina dan Timur Tengah, seperti dilansir examiner.com, pekan lalu.
Meski kemungkinan Perang Dunia Ketiga rasanya masih jauh tapi presiden Rusia berusia 62 tahun itu awal bulan ini kembali mengingatkan negaranya memiliki senjata nuklir dan mampu menggunakannya dengan efektif.
Mantan agen intelijen KGB itu membantah kebijakannya di Ukraina bisa memicu Perang Dunia Ketiga.
"Pernyataan yang mengatakan, Rusia tengah melanggar batas kedaulatan negara tetangganya, tidak berdasar," kata dia.
Pernyataan Putin yang menolak dikambing hitamkan atas isu global pekan lalu bagi sebagian kalangan mengingatkan pada Perang Dingin antara Uni Sovyet dan Amerika abad lalu. Putin bahkan menuding Negara Paman Sam itu dengan sangat egois ingin membentuk tatanan dunia baru.
Apakah pernyataan Putin itu bisa memicu Perang Dunia Ketiga? Mungkin belum tapi itu bisa berarti tanda sedang meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Amerika. Putin kerap menyoroti negara Barat sebagai biang kerok konflik di Ukraina.
Ditemukannya pesawat mata-mata Rusia di Laut Baltik pekan ini bisa memicu kekhawatiran timbulnya benih-benih Perang Dunia Ketiga karena wilayah itu masuk dalam pengawasan negara-negara tergabung dalam Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya