Ancaman Boko Haram jual para gadis sekolah yang diculik
Merdeka.com - Kelompok militan Boko Haram dua hari lalu mengaku bertanggung jawab atas penculikan ratusan siswi di bagian timur laut Nigeria yang menimbulkan kemarahan internasional, dan mengacam akan menjual mereka sebagai "budak-budak".
"Saya menculik para gadis anda," kata pemimpin kelompok itu, Abubakar Shekau, dalam rekaman video berdurasi 57 menit yang diperoleh AFP, mengacu pada 276 siswi yang diculik tiga pekan lalu dari kompleks sekolah mereka di Chibok, Negara Bagian Borno, seperti dilansir situs CBC, Selasa (6/5).
"Demi Allah saya akan menjual mereka di pasar dan Allah sudah memerintahkan saya untuk menjual mereka di pasar," lanjut dia, yang terlihat mengenakan pakaian tempur dan bersenjata senapan AK47.
Amerika Serikat dua hari lalu mengatakan pihaknya khawatir banyak dari para siswi itu telah dikirim ke luar negeri. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Marie Harf mengatakan Washington sependapat dengan pernyataan dari para pejabat lokal di timut laut Nigeria bahwa para siswi itu mungkin telah dibawa ke Chad atau Kamerun.
"Banyak dari mereka mungkin dibawa ke luar dari negara itu ke negara-negara tetangga," ucap Harf menjawab pertanyaan dari wartawan.
Dia mengatakan Washington akan memberikan bantuan kontra-terorisme dalam bentuk berbagi informasi intelijen dan siap membantu apa bila kami merasakan itu layak.
"Sebanyak 53 siswi berhasil melarikan diri dari tangan kelompok penculik itu, tetapi 223 lainya masih ditahan," jelas polisi pada Jumat pekan lalu.
Presiden Nigeria Goodluck Jonathan terus didesak untuk bertindak sejak para pria bersenjata menyerbu sekolah putri itu pada 14 April, dan memaksa mereka keluar dari kompleks itu serta naik ke truk-truk dan membawa mereka memasuki daerah hutan.
Dalam komentar-komentar publik pertamanya mengenai penculikan itu pada Ahad petang, Jonathan berjanji pemerintah akan mencari para siswi itu dan pulang ke rumah mereka masing untuk berkumpul dengan para keluarga.
"Ini adalah saat yang berat bagi negara ini. Menyakitkan," kata dia. Jonathan menjelaskan dia telah meminta bantuan internasional dalam mengatasi tantangan-tantangan keamanan di negaranya.
Beberapa jam sebelum para siswi itu diculik, Ibu Kota Abuja dihantam serangan-serangan dan menimbulkan korban jiwa. Ledakan bom mobil terjadi di pinggiran kota itu, yang menewaskan 75 orang, juga diklaim dilakukan oleh Boko Haram.
Dalam sebuah rekaman video terbaru Shekau, yang telihat mengenakan seragam tempur, berdiri di depan sebuah kendaraan lapis baja pengangkut pasukan dan dua truk yang dilengkapi dengan senapan-senapan mesin.
Enam pria bersenjata berdiri disampingnya dengan muka tertutup.
"Saya menculik seorang gadis di sekolah pendidikan Barat dan Anda gelisah. Saya mengatakan pendidikan Barat harus dihentikan. Para gadis, Anda harus berhenti sekolah dan segera menikah," kata Shekau, yang berbicara dalam bahasa lokal Hausa dan Arab, serta Inggris.
"Saya mengulangi kembali ini: Pendidian Barat harus tutup. Saya menculik anak-anak Anda. Saya akan menjual mereka di pasar, demi Allah," ucap Shekau. Dia juga menambahkan bahwa kelompoknya akan menahan para siswi itu sebagai "budak-budak".
"Saya akan mengawinkan seorang gadis dalam usia sembilan tahun," ujar dia dalam rekaman video itu.
Laporan-laporan yang tidak dikonfirmsikan dari para pemimpin lokal di Chibok mengatakan para siswi itu telah dibawa ke perbatasan-perbatasan Nigeria ke Chad dan Kamerun, dan menjual mereka untuk dijadikan istri dengan harga sedikitnya Rp 138 ribu.
Perhatian internasional mengenai nasib para siswi yang diculik itu semula lambat tetapi terus meningkat dalam beberapa hari belakangan ini, yang sebagian karena berita media sosial dengan tanda pagar #bringbackourgirls.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya