Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anak-Anak Perempuan di Sebagian Wilayah Afghanistan Mulai Kembali ke Sekolah

Anak-Anak Perempuan di Sebagian Wilayah Afghanistan Mulai Kembali ke Sekolah Pelajar SD di Afghanistan. ©Hoshang Hashimi/AFP

Merdeka.com - Para siswa perempuan sekolah menengah telah kembali masuk sekolah di provinsi wilayah utara Afghanistan, menurut pejabat Taliban dan para guru pada Selasa. Tetapi ada juga yang masih dilarang masuk sekolah di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Taliban juga mengumumkan beberapa PNS perempuan diminta kembali bekerja dan gaji mereka akan dibayar. Sikap baru Taliban ini dinilai sebagai tanda mereka ingin membangun citra yang lebih lunak setelah 50 hari berkuasa.

Sebuah video yang diunggah juru bicara Taliban, Suhail Shaheen menunjukkan puluhan pelajar sekolah menengah perempuan berpakaian hitam, beberapa memakai jilbab putih dan lainnya bercadar hitam, duduk di kursi melambaikan bendera Taliban.

“Anak-anak perempuan bersekolah di Khan Abad, Provinsi Kunduz,” ujar Shaheen di Twitter, dikutip dari France 24, Rabu (6/10).

Tetapi di Kabul, pejabat Kementerian Pendidikan Mohammad Abdi menyampaikan belum ada kebijakan yang berubah dari pemerintah pusat sementara Taliban.

“Sekolah menengah masih tetap ditutup untuk anak-anak,” ujarnya kepada AFP.Sebelumnya kelompok ini mengatakan anak perempuan bisa kembali bersekolah ketika diterapkan pemisahan ketat ruang kelas berdasarkan jenis kelamin.

Dalam tayangan video yang dibagikan Shaheen, seorang wartawan Radio Television Afghanistan (RTA) terdengar mengatakan “sekolah dibuka untuk anak-anak perempuan, dan tidak ada pembatasan”.

Seorang anggota Taliban yang kemudian diwawancarai di depan kamera mengatakan anak perempuan dan anak laki-laki dari kelas tujuh sampai 12 berada di sekolah yang ada di distrik tersebut, mengatakan “tidak ada masalah bagi siapapun sejauh ini”.

Seorang kepala sekolah di kota Kunduz, ibu kota provinsi, mengatakan kepada AFP, anak-anak perempuan di sekolah menengah di distrik Imam Sahib telah kembali belajar di kelas.

Seorang guru lainnya di Kunduz juga mengatakan pelajar perempuan di sekolah menengah lainnya telah kembali ke sekolah.

"Kepala sekolah kami menginformasikan Direktorat Pendidikan di Kunduz dan meminta instruksi mereka," ujar guru kelas empat yang menolak disebutkan namanya ini kepada AFP.

"Mereka menjawab larangan anak-anak perempuan bersekolah hanya berlaku di provinsi lain, dan bukan di Kunduz."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP