Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Badan intelijen Amerika diduga telah memata-matai Vatikan

Badan intelijen Amerika diduga telah memata-matai Vatikan Paus Fransiskus. umm.ac.id ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah majalah Italia melaporkan bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) telah memata-matai komunikasi internal di Vatikan dan panggilan telepon di Domus Sanctae Marthae, sebuah kediaman bersebelahan dengan Basilika Santo Petrus. Ini menjadi tempat tinggal para Kardinal selama pelaksanaan konklaf kepausan dan juga rumah bagi Paus saat ini.

Laporan majalah mingguan Panorama itu langsung mengejutkan banyak orang di mana NSA memberi nama panggilan masuk dan keluar dari kantor Vatikan itu dengan sebutan 'niat kepemimpinan,' 'ancaman terhadap sistem keuangan', 'tujuan kebijakan luar negeri', dan 'hak asasi manusia.' Dikatakan juga panggilan telepon mengenai pemilihan presiden baru Bank Vatikan pada tahun ini, Ernst von Freyberg, juga telah disadap, seperti dilansir situs the Huffington Post, Kamis (31/10).

Artikel itu juga mengutip pernyataan dari WikiLeaks bahwa Paus Fransiskus telah diawasi sejak 2005, ketika dia masih menjadi Uskup Buenos Aires, di Argentina.

Namun, Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, kemarin dengan cepat membantah laporan itu.

"Kami tidak tahu apa-apa tentang masalah ini. Dan dalam hal apapun, kami tidak mempunyai kekhawatiran tentang hal ini," kata Lombardi.

Laporan itu muncul tidak lama setelah sebuah laporan mengejutkan berdasarkan dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden mengungkapkan bahwa NSA telah memata-matai telepon Kanselir Jerman Angela Merkel.

Laporan sebelumnya juga mengatakan NSA telah menyadap jutaan panggilan telepon di Prancis dan Spanyol. Pada Juni lalu, majalah mingguan asal Italia l'Espresso melaporkan bahwa NSA telah mengawasi jutaan panggilan telepon di Italia.

Namun, belum usai isu penyadapan terhadap para pemimpin negara Eropa itu, NSA kembali membuat kehebohan. Berdasarkan laporan harian surat kabar the Washington Post kemarin NSA telah menyadap sejumlah tautan komunikasi utama dari pusat data Yahoo dan Google di seluruh dunia.

Washington Post mengutip dokumen dari mantan kontraktor NSA Edward Snowden dan wawancara dengan sejumlah pejabat. Penyadapan itu memungkinkan NSA mengumpulkan data dari ratusan hingga jutaan akun pengguna, termasuk warga Amerika. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP