Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Amerika Akui Ratusan Tentaranya di Irak Terluka Akibat Serangan Iran

Amerika Akui Ratusan Tentaranya di Irak Terluka Akibat Serangan Iran Trump kunjungi pasukan as di irak. ©AP/Andrew Harnik

Merdeka.com - Jumlah tentara Amerika Serikat (AS) yang menderita cedera otak traumatik (TBI) setelah Iran menyerang pangkalan pasukan AS di Irak pada Januari lalu meningkat menjadi 109 orang, menurut pejabat AS. Terjadi peningkatan signifikan dari data sebelumnya yang dilaporkan Pentagon yang menyebut hanya 64 orang yang menderita cedera otak.

Presiden AS, Donald Trump awalnya mengatakan tak ada warganya yang terluka dalam serangan tersebut. Serangan pada 8 Januari itu terjadi di tengah memanasnya hubungan AS-Iran setelah pembunuhan Jenderal Qassim Sulaimani.

Dikutip dari BBC, Rabu (12/2), Pentagon menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa hampir 70 persen tentara yang mengalami cedera telah kembali bertugas.

Senator Joni Ernst meminta Pentagon memastikan keamanan dan perawatan pasukan AS di Irak.

Bulan lalu Presiden Trump meremehkan cedera otak traumatis ketika ditanya tentang dampak serangan itu.

"Saya mendengar mereka mengalami sakit kepala, dan beberapa hal lain, tetapi saya mengatakan, dan saya dapat melaporkan, itu tidak terlalu serius," katanya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan cedera otak, dia berkata: "Saya tidak menganggap itu cedera yang sangat serius dibandingkan dengan cedera lain yang saya lihat."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP