Aktivis paksa penyiksa binatang makan kotoran kucing
Merdeka.com - Sekelompok penyayang binatang di Shanghai, China, mengambil langkah ekstrem untuk menyerang dua orang dituduh gemar menyiksa binatang. Enam pelaku memaksa korban memakan kotoran kucing, sebagai balasan sudah berbuat kejam pada hewan.
Masalahnya, seperti dilaporkan Shanghaiist, Kamis (17/12), salah satu korban yang dipaksa makan tahi kucing ternyata salah sasaran. Dia mengaku tidak tahu kenapa bisa disebut penyiksa binatang, sehingga akhirnya lapor polisi.
Modus enam aktivis ini dengan berpura-pura menjadi orang yang ingin menawarkan adopsi anak kucing. Mereka menghubungi dua nama yang, konon, pernah terekam kamera menyiksa kucing.
Setelah kopi darat pada 30 September lalu, korban dikeroyok, ditodong pisau, lalu dipaksa memakan kotoran kucing karena dianggan jahat pada binatang. Salah satu perempuan yang dituding gemar menyiksa binatang dipotong rambutnya oleh para pelaku.
Para pelaku akhirnya disidang di Pengadilan Distrik Pudong. Mereka didakwa melakukan kekerasan dan penculikan. "Perilaku para pelaku tidak bisa diterima, karena di tengah penyiksaan sebetulnya mereka tahu salah sasaran, tapi tetap saja diteruskan," kata jaksa penuntut.
Belum diketahui, bila dinyatakan bersalah, hukuman apa yang akan diterima oleh enam penyayang binatang kebablasan itu.
Lepas dari kasus salah sasaran ini, China memang punya rekor buruk dalam hal perlindungan hak hewan. Anjing dan kucing kerap dibunuh untuk disantap, bahkan ada festival nasional makan anjing yang bikin penyayang binatang sedunia marah. Belum lama, Fakultas Kedokteran di Xi'an menjadi sorotan internasional karena mengajarkan mahasiswanya membedah anjing, untuk kemudian dibiarkan mati tersiksa di atap kampus.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya