Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akibat wawancara palsu, Mursi bakal tuntut kantor berita Iran

Akibat wawancara palsu, Mursi bakal tuntut kantor berita Iran Presiden baru Mesir Muhammad Mursi . (english.alarabiya.net)

Merdeka.com - Tim kampanye Presiden baru Mesir Muhammad Mursi berencana menuntut kantor berita semi-resmi Iran, Fars, lantaran dianggap melakukan pemberitaan palsu seolah-olah telah mewawancarai Mursi, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (28/6). 

Kantor berita Fars pada Senin lalu menurunkan pemberitaan wawancara dengan Muhammad Mursi. Dalam hasil tanya jawab itu tertulis seolah-olah Mursi bakal merapat ke Iran guna menciptakan keseimbangan tekanan di kawasan Timur Tengah, dan itu merupakan salah satu program kerja dia setelah terpilih.

Menurut juru bicara kepresidenan Mesir, Yasser Ali, Mursi belum pernah diwawancara oleh kantor berita Fars. "Wawancara itu palsu. Tim kampanye Mursi saat ini sedang menyiapkan berkas penuntutan ditujukan buat Fars," kata Ali.

Sabtu pekan lalu, kandidat Ikhwanul Muslimin Muhammad Mursi resmi menjadi presiden terpilih pertama sepanjang sejarah Mesir. Dia mendapat 13,2 juta suara (51,73 persen), unggul dari rivalnya Ahmad Safiq yang memperoleh 12,2 juta dukungan (48 persen).

Selama Mesir modern terbentuk, belum pernah ada seorang presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Selain memenangkan Mursi, komisi pemilihan umum menolak sebagian besar pengaduan dari kedua Capres menyangkut kecurangan pemilu. Sepekan terakhir kubu Mursi dan Safiq saling mengklaim berhasil menang dengan hitung cepat masing-masing.

Namun, hubungan kedua negara memburuk setelah Revolusi Islam menang di Teheran pada 1979. Di tahun sama, Mesir membina hubungan diplomatik dengan Israel melalui Perjanjian Camp David. Di bawah rezim Mullah, Iran tidak pernah mengakui keberadaan negara Zionis itu.

Walau Mursi menjadi simbol bangkitnya gerakan Islam di Mesir, tapi dia bersikeras akan tetap menjaga hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat. 

Meski begitu, beberapa negara di kawasan Timur Tengah menganggap Iran turut andil dalam kembali membangkitkan gerakan Islam Mesir. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP