Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahli penerbangan: Human error penyebab hilangnya AirAsia QZ8501

Ahli penerbangan: Human error penyebab hilangnya AirAsia QZ8501 Hercules TNI AU cari AirAsia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ahli penerbangan dari Strategic Aviation Solution Australia Neil Hansford hari ini mengatakan kesalahan manusia (human error) tidak diragukan lagi menjadi penyebab hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Kuala Lumpur dua hari lalu.

Dia menyebut pesawat berpenumpang 162 orang itu terbang memasuki wilayah berbahaya yang biasa disebut 'pabrik badai petir' di atas Laut Jawa.

Hamsford menyatakan pilot atau ko-pilot telah membuat rencana penerbangan yang berbahaya, seperti dilansir firspost.com. Selasa (30/12).

"Mereka menyebutnya 'pabrik badai petir'," kata Hansford kepada Nine Network, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua. "Anda harusnya terbang mengitarinya. Bukan menembusnya."

Dia mengatakan siapa pun yang membuat rencana penerbangan itu sudah membuat kesalahan fatal. Hansford menyimpulkan tragedi ini adalah kesalahan pilot.

"Saya sudah mengatakan, kecelakaan ini bukan kesalahan teknis."

Selain dari Indonesia, operasi pencarian hari ini melibatkan sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, China, Australia, dan Amerika Serikat.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP