Ahli forensik sebut pelukis van Gogh mati dibunuh
Merdeka.com - Vincent van Gogh dikenal sebagai pelukis Belanda yang hidup di abad 19. Ia merupakan seorang pelukis impresionis dan beralih menjadi pelukis ekspresionis dengan karya-karya yang menakjubkan. Sebut saja di antaranya The Potato Eaters, Starry Night, dan Sunflowers.
Pria yang lahir pada 30 Maret 1853 ini, meninggal 37 tahun kemudian. Ia diketahui meninggal karena depresi, bahkan ia pernah sampai memotong telinganya sendiri. Van Gogh menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa Saint Paul de Mausole di Prancis. Menurut kabar yang beredar selama ini, van Gogh tewas bunuh diri.
Namun, baru-baru ini seorang ahli luka tembakan, dr. Vincent di Maio mengatakan luka yang ada pada tubuh van Gogh saat ia tewas itu diyakini bukan karena si pelukis menembak dadanya sendiri.
Di Maio yang juga merupakan saksi mata kunci George Zimmerman, pria yang menembak remaja AS Trayvon Martin, menggunakan bukti-bukti yang ada pada saat itu untuk kesimpulannya.
Dari laporan surat kabar Daily Mail, Selasa (18/11), ahli forensik ini mengatakan luka fatal sang pelukis tidak terlihat seperti ia menembak dirinya sendiri. Menurut anak dari psikiater Van Gogh, Paul Gachet Sr, Paul Jr, luka tersebut memiliki lingkaran ungu dan coklat di sekitarnya.
Sebelumnya, para sejarawan mengatakan area ungu pada lukanya disebabkan oleh peluru senjata yang digunakan, sedangkan area coklat berasal dari serbuk mesiu dari peluru yang menembus dada van Gogh.
Berdasarkan analisa Di Maio, lingkaran ungu yang ada itu adalah akibat darah yang ada di bawah kulit karena tertembus peluru dan biasanya juga terlihat pada seseorang yang masih hidup. "Lingkaran ungu itu tidak berarti apa pun," ujar ahli forensik itu.
Ia menambahkan lingkaran coklat itu merupakan luka lecet dan secara kasat mata terlihat sebagai luka awal dari penembakan itu. Di Maio juga mempertanyakan cara van Gogh memegang pistol dengan tangan kiri dan mengarahkan tepat di dadanya. Sedangkan secara logika, pasti akan meleset sedikit dari dadanya jika van Gogh benar-benar menggunakan tangan kirinya untuk memegang pelatuk pistol.
Dari analisa itu, Di Maio menyimpulkan Van Gogh sebenarnya dibunuh. Namun, siapa yang membunuh sang maestro pastinya akan menjadi misteri. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya