Agen mata-mata AS yakin Pangeran Muhammad terlibat dalam hilangnya Jamal Khashoggi
Merdeka.com - Badan Intelijen Amerika Serikat semakin yakin bahwa Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman memainkan peran dalam hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi dan juga kemungkinan kematiannya.
Mengutip para pejabat yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dilansir dari Straits Times, Kamis (18/10), bocornya beberapa informasi ke publik mulai dari nama dan foto 15 warga Saudi yang datang ke Turki di hari yang sama Khashoggi menghilang serta munculnya rekaman suara detik-detik pembunuhan Khashoggi semakin memperkuat keyakinan mereka.
Agen mata-mata AS juga mengatakan bahwa Pangeran Muhammad memegang penuh kendali atas layanan keamanan sehingga sangat tidak mungkin operasi yang terjadi di Turki dilakukan tanpa sepengetahuannya.
Meski demikian, para pejabat intelijen AS memutuskan untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan dan tidak membatasi pilihan kebijakan Gedung Putih. Mereka hanya akan mengajukan fakta-fakta tentang kasus ini.
Sebagaimana diketahui, Khashoggi dilaporkan hilang pada 2 Oktober lalu saat memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Turki mengklaim bahwa Khashoggi telah dibunuh dalam kantor konsulat tersebut dan mayatnya dimutilasi lalu dibawa keluar gedung.
Namun pihak Saudi membantah dengan keras tudingan tersebut. Pihaknya juga mengklaim akan terus berkomitmen untuk melakukan penyelidikan terkait hilangnya Khashoggi.
(mdk/ias)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya