Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Afghanistan Bebaskan Dua Komandan Taliban, Ditukar Dua Tawanan

Afghanistan Bebaskan Dua Komandan Taliban, Ditukar Dua Tawanan Presiden Afganistan Ashraf Ghani. AFP

Merdeka.com - Afghanistan akan membebaskan dua komandan senior Taliban dan seorang pemimpin kelompok militan Haqqani dengan imbalan seorang warga Amerika dan seorang profesor asal Australia yang diculik pada tahun 2016. Demikian disampaikan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Selasa (12/11).

Keputusan untuk membebaskan Anas Haqqani dan dua komandan Taliban lainnya dalam pertukaran tahanan diharapkan dapat memuluskan rencana pembicaraan langsung dengan Taliban, yang sampai sekarang menolak terlibat dengan pemerintahan yang disebutnya rezim "boneka" tidak sah di Kabul.

"Untuk membuka jalan bagi negosiasi tatap muka dengan Taliban, pemerintah telah memutuskan untuk membebaskan para tahanan Taliban dengan imbalan dua profesor universitas," kata Ghani dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (13/11).

Ghani mengatakan pembebasan Anas Haqqani dan komandan Taliban Haji Mali Khan dan Hafiz Rashid sedang dalam proses. Ketiganya ditangkap pada tahun 2014. Pertukaran tahanan terjadi di tengah upaya meningkatkan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Taliban.

Jaringan Kelompok Haqqani

Jaringan kelompok Haqqani dalam beberapa tahun terakhir melakukan serangan militan skala besar terhadap warga sipil. Kelompok ini diyakini berbasis di Pakistan dan menjadi bagian Taliban di Afghanistan.

Anas Haqqani adalah adik Sirajuddin Haqqani, yang menjadi komandan kedua dalam hierarki Taliban Afghanistan dan memimpin jaringan Haqqani, dianggap sebagai faksi paling mematikan dari Taliban Afghanistan.

Juru bicara Taliban awal tahun ini mengatakan gerakan itu bertujuan untuk pembebasan Anas Haqqani dan menyebutnya sebagai anggota tim negosiasi yang akan terlibat pembicaraan dengan pejabat AS.

Pembebasan Dua Tawanan Taliban

Taliban menculik dua profesor warga negara AS, Kevin King dan warga Australia, Timothy Weeks, pada Agustus 2016 dari Universitas Amerika Afghanistan di Kabul. Presiden Ghani mengatakan pihaknya tak bisa menemukan dimana Taliban menahan kedua tawanan tersebut. "Informasi menunjukkan kesehatan mereka saat ditahan oleh para teroris memburuk," katanya.Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan dalam tiga hari kunjungannya ke Washington pada Juli lalu berjanji akan mengupayakan pembebasan kedua profesor tersebut.

Delegasi Pakistan, termasuk termasuk kepala agen mata-mata Inter-Services Intelligence (ISI) yang berada di Kabul bertemu dengan otoritas Afghanistan pada hari Senin. Seorang pejabat senior Pakistan di Islamabad mengatakan, pertukaran tahanan dibahas oleh delegasi. Menurut pejabat Afghanistan, putaran pembicaraan berikutnya antara Taliban dan perwakilan Afghanistan dijadwalkan berlangsung bulan ini di Beijing.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP