Adik Raja Saudi kritik kerajaan dan Pangeran bin Salman soal Perang Yaman
Merdeka.com - Adik Raja Arab Saudi, Pangeran Ahmad bin Abdulaziz al-Saud, menanggapi para pendemo di London, Inggris, yang mengkritik soal peran Saudi dalam perang di Yaman.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Pangeran Ahmad melihat para pendemo yang meneriakkan kata-kata 'Turun, turun Al Saud' dan 'Keluarga kriminal Al Saud'.
Dalam video itu terlihat Pangeran Ahmad mendekati para pendemo dan menjawab beberapa pertanyaan mereka soal Yaman dan Bahrain.
"Apa hubungannya keluarga al-Saud dengan teriakan kalian? Kami tidak terlibat apa-apa dengan apa yang terjadi di Yaman," kata dia kepada para pendemo.
"Seluruh Keluarga Al Saud tidak bisa disalahkan. Ada orang-orang yang bertanggung jawab perang di Yaman," kata Ahmad, seperti dilansir laman Aljazeera, Rabu (5/9).
Ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab, Pangeran Ahmad mengatakan, 'Raja dan Putra Mahkota (Pangeran Muhammad bin Salman alias MBS).
"Di Yaman dan di mana pun kami berharap perang segera berakhir hari ini," kata dia.
Masih di video yang sama, Pangeran Ahmad juga mengatakan dia setuju dengan pendemo yang mengecam serangan udara koalisi Saudi yang membunuh warga sipil di Yaman, termasuk 40 anak.
Pangeran Ahmad adalah adik dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan menjadi anggota dari Tujuh Sudairi--kumpulan putra pendiri Kerajaan Saudi yang punya kekuasaan kuat. Kritikan yang disampaikannya dalam video itu termasuk jarang terjadi di keluarga kerajaan.
Pangeran Ahmad pernah menjadi wakil menteri dalam negeri selama 37 tahun.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya