99 WNI Berhasil Dievakuasi dari Ukraina, 13 Orang Masih Terjebak
Merdeka.com - Sebanyak 99 WNI yang ada di Ukraina telah berhasil dievakuasi, termasuk lima orang WNA yang merupakan keluarga dari para WNI tersebut. Proses evakuasi dilakukan KBRI mulai pada 27 Februari. Kini para WNI ini berada di titik aman yang disiapkan pemerintah di Bucharest, Rumania dan Polandia.
“Sebagian besar WNI sudah dapat kita evakuasi keluar dari Ukraina. Jumlah total yang berada berada di luar Ukraina sebanyak 99 WNI dan lima WNA yang merupakan keluarga dari WNI tersebut,” jelas Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi dalam keterangannya pada Selasa (1/3).
Retno menyampaikan, masih terdapat empat WNI di kota Kharkiv dan 9 WNI di salah satu kota di Ukraina utara. Mereka masih belum bisa dievakuasi karena pertempuran darat masih terus terjadi antara pasukan Rusia dan Ukraina.
“KBRI di Kiev dan Moskow terus melakukan kontak dengan mereka. Informasi yang kami terima, mereka dalam kondisi sehat dan memiliki pasokan logistik. Pemerintah masih menunggu waktu yang tepat untuk dapat mengevakuasi mereka,” jelasnya.
Selain itu, ada 24 WNI lainnya yang memilih tetap tinggal di Ukraina karena alasan keluarga.
“Mereka menikah dengan warga negara Ukraina,” imbuh Menlu.
Setelah berhasil membawa para WNI ini ke tempat aman di Polandia dan Rumania, selanjutnya pemerintah RI akan menggunakan jalur udara untuk menjemput mereka dan dipulangkan ke Indonesia. Proses tersebut saat ini sedang dimatangkan.
“Setelah para evacuatee aman di dua titik itu maka langkah selanjutnya penjemputan dengan pesawat untuk kembali ke Indonesia,” jelasnya.
Retno mengungkapkan tantangan dalam evakuasi WNI di tengah situasi perang. Dia mengatakan, situasi di Ukraina sampai saat ini masih sangat dinamis dan berubah dengan cepat. Situasi ini mempengaruhi proses evakuasi.
“Dari sejak awal kita telah memperhitungkan evakuasi ini tidak akan mudah, memiliki tingkat kompleksitas dan bahaya cukup tinggi di tengah pertempuran yang masih terjadi. Keberadaan WNI juga tersebar di beberapa daerah di Ukraina yang berarti bahwa mereka tidak tinggal di satu kota,” paparnya.
Untuk mempermudah proses itu, Retno berkomunikasi dengan sejumlah timpalannya untuk bertukar informasi mengenai situasi dan jalur aman evakuasi. Komunikasi juga dilakukan dengan otoritas Ukraina, Rusia, dan ICRC, khususnya untuk memastikan jalur aman pada saat pelaksanaan evakuasi.
“Koordinasi internal juga dilakukan di Jakarta. Kemenlu secara dekat berkoordinasi dengan BIN, kementerian serta lembaga terkait lainnya. KBRI di Kiev, Warsawa, Bucharest dan Moskow disiagakan terus untuk mendukung pelaksanaan evakuasi,” jelasnya.
Jalur evakuasi terutama dari Kiev juga sempat dikaji ulang mengingat munculnya situasi yang menyulitkan jika evakuasi dilakukan ke arah kiri ibu kota Ukraina itu.
WNI terbanyak berada di kota Kiev. Ada 59 WNI dan satu WNA yang dievakuasi dari Kiev. Mereka akhirnya berhasil menyeberang ke Moldova dan kemudian menuju Rumania.
Evakuasi dari Kiev sebelumnya direncanakan pada 27 Februari melewati kota Lviv menuju Polandia. Namun karena ada jalan yang rusak akibat perang, maka jalur evakuasi ditata ulang.
“Saya terkait langsung dalam penataan jalur aman evakuasi dari Kiev. Penetapan jalur yang kita ambil kita lakukan setelah konsultasi dengan banyak pihak termasuk komunikasi dengan beberapa Menlu, khususnya Menlu India dan Turki yang mengalami situasi yang kurang lebih sama, dan alhamdulillah evakuasi berhasil dilakukan pada 28 Februari melalui jalur selatan menuju Bucharest, Rumania via Moldova,” paparnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya