90 Persen warga Mesir setuju referendum
Merdeka.com - Menurut beberapa sumber resmi yang mengutip hasil awal pemungutan suara menyatakan warga Mesir yang melakukan pemungutan suara untuk sebuah referendum setuju terhadap konstitusi baru. Hasil ini bisa menempatkan pemimpin militer Jenderal Abdel Fattah al-Sisi untuk menyatakan pencalonannya sebagai presiden.
Kantor berita pemerintah Mesir dan seorang pejabat pemerintah menyatakan sekitar 90 persen pemilih setuju atas konstitusi itu, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (16/1).
Hasil ini sebetulnya tidak mengejutkan, di mana konstitusi telah memenangkan dukungan luas di antara rakyat Mesir yang mendukung militer untuk menggulingkan mantan Presiden Muhammad Mursi pada Juli tahun lalu.
Ikhwanul Muslimin, yang pasti akan membantah hasil resmi, telah menyerukan untuk memboikot pemungutan suara berlangsung selama dua hari itu, dan melihatnya sebagai bagian dari sebuah kudeta melawan seorang pemimpin yang bebas terpilih pada 18 bulan lalu. Mereka juga telah menyerukan protes anti-pemerintah Mesir.
Setelah sembilan orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan pendukung Mursi dua hari lalu, protes kembali meregang kemarin. Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi di istana kepresidenan. Tidak ada korban tewas dilaporan akibat insiden itu.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan 444 orang ditangkap selama dua hari pemungutan suara.
Kantor berita negara MENA, mengutip indikasi awal, menyatakan tingkat persetujuan melebihi 90 persen di banyak tempat pemungutan suara (TPS).
Seorang pejabat di kementerian dalam negeri mengatakan pemilih sejauh ini mungkin telah melebihi angka 55 persen, meskipun MENA tidak memberikan angka.
"Persetujuan terhadap konstitusi mungkin lebih dari 95 persen," kata Direktur Hubungan Masyarakat untuk Kementerian Dalam Negeri Mesir, Mayor Jenderal Abdel Fattah Othman, kepada stasiun televisi swasta Al Hayat.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya