9 Penerbangan di China batal lantaran ancaman bom
Merdeka.com - Dua bandara internasional di China mendapat ancaman teroris, hingga menyebabkan sembilan penerbangan dari kedua bandara tersebut dibatalkan.
Media setempat, Sabtu (18/5) seperti dilansir Xinhua, kedua bandara internasional itu adalah Bandara Internasional Jiangbei, Chongqing, dan Bandara Internasional Baiyun, Guangzhou.
Pihak otoritas kedua bandara internasional itu mendapat ancaman melalui telepon dari seseorang tidak dikenal, yang menyatakan ada sesuatu membahayakan diantara penerbangan tujuan Shanghai.
Akibatnya, sembilan jadwal penerbangan tujuan Shanghai dari Chongqing dan Guangzhou dibatalkan hingga pihak keamanan menyatakan aman.
Sebelumnya pada Rabu (15/5) pagi, menurut sumber-sumber dengan penerbangan, tiga penerbangan China menjadi sasaran ancaman bom palsu. Akibat ancaman itu, lima penerbangan yang dioperasikan tiga maskapai berbeda, yakni China Eastern Airlines, Juneyao Airlines dan Shenzhen Airlines terpaksa dibatalkan.
Usai mendapat panggilan bernada ancaman bom, perusahaan penerbangan Juneyao Airlines membatalkan keberangkatan HO1111 dari Shanghai.
Namun, inspeksi menyeluruh badan pesawat oleh polisi tidak menemukan barang mencurigakan seperti yang diancamkan.
Pemberangkatan kemudian dialihkan dengan pesawat lain, setelah semua penumpang beserta bagasi melewati screening ketat, kata perusahaan itu.
Sementara keberangkatan penumpang China Eastern Airlines MU2325 tujuan Xi'an dari Lanzhou tertunda, setelah maskapai menerima ancaman serupa.
Beberapa kali ancaman bom melalui telepon yang diterima Shenzhen Airlines berdampak pada dua penerbangan.
Dua unit yang telah mengudara diminta mendarat darurat, sedang satu penerbangan siap tinggal landas dibatalkan. Pesawat ZH9866 keberangkatan Nanjing harus kembali ke bandara sesaat setelah lepas landas.
Sama halnya, penerbangan ZH9243 yang berangkat dari Xi'an terpaksa mendarat di kota Guilin, sementara penerbangan ZH9889 dari Beijing ditunda.
Ancaman tersebut kini diselidiki otoritas berwenang di China. Administrasi Penerbangan Sipil China menyatakan, meski tidak terbukti benar, ancaman tersebut digolongkan kejahatan teror.
Pengirim pesan teror di China terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Dilansir AP, China mengalami ekspansi besar-besaran dalam hal perjalanan udara dalam beberapa tahun terakhir. Namun penundaan, layanan penerbangan yang buruk, dan penumpang kasar hingga menyebabkan gangguan menjadi tantangan aviasi di China. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya