Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

60 Persen Pasien Covid-19 Rawat Inap di Inggris Orang yang Belum Divaksinasi

60 Persen Pasien Covid-19 Rawat Inap di Inggris Orang yang Belum Divaksinasi Anak Muda Inggris Berpesta di Kelab Malam. ©2021 REUTERS/Natalie Thomas

Merdeka.com - Kepala Penasihat Ilmiah Inggris, Patrick Vallance menyampaikan, 60 persen orang yang dirawat inap di rumah sakit karena Covid-19 adalah mereka yang belum divaksinasi. Pernyataan terbaru Vallance ini merupakan koreksi dari pernyataan sebelumnya pada Senin.

Sebelumnya Vallance menyampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Boris Johnson, 60 persen orang yang dirawat inap di rumah sakit telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

“Mengoreksi angka yang saya sampaikan pada konferensi pers,” jelasnya di Twitter, dilansir Reuters, Selasa (20/7).

“Sekitar 60 persen rawat inap karena Covid bukan orang yang telah divaksinasi dua dosis, tapi 60 persen rawat inap karena Covid saat ini merupakan orang-orang yang belum divaksinasi,” lanjutnya.

Pada Senin, pemerintah Inggris mencabut pembatasan Covid-19, menghapus aturan jarak sosial walaupun dikecam para ilmuwan dan partai-partai oposisi, yang dinilai sebagai langkah berbahaya.

Mulai Minggu dini hari, klub malam bisa beroperasi kembali dan tempat-tempat dalam ruangan lainnya diizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh, sementara aturan kewajiban pemakaian masker dan bekerja dari rumah dicabut.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson - yang melakukan isolasi mandiri diri setelah Menteri Kesehatan Inggris terinfeksi virus corona - mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati dan segera divaksinasi sepenuhnya.

PM Johnson membela langkah ini, walaupun ilmuwan khawatir setelah tingkat infeksi harian di Inggris mencapai 50.000, hanya di belakang Indonesia dan Brasil.

"Jika kita tidak melakukannya sekarang, kita harus bertanya pada diri sendiri, kapan kita akan melakukannya? Jadi ini adalah saat yang tepat, tetapi kita harus melakukannya dengan hati-hati," ujar PM Johnson, dikutip dari AFP, Senin (19/7).

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP