500 Pengungsi Suriah di Libanon kembali ke negaranya secara sukarela
Merdeka.com - Ratusan pengungsi Suriah, baik anak-anak maupun orang tua meninggalkan daerah Shebaa di Libanon tenggara untuk kembali ke rumah mereka di Beit Jinn, barat daya Damaskus.
Mereka sebenarnya memutuskan untuk kembali lebih dari sebulan lalu, tetapi kemudian menunggu sampai kondisi membaik sebelum melakukan perjalanan.
Sekitar 500 orang secara sukarela kembali ke negara mereka yang dilanda perang selama tujuh tahun.
Seorang pengungsi bernama Younes Othman (31) adalah seorang petani di Suriah dan telah menghabiskan empat tahun terakhir di Libanon, "Kami tidak punya kabar tentang kampung halaman kami. Keluarga saya dan saya senang bisa kembali", ujarnya dikutip dari Arab News, Kamis (19/4).
Sebanyak 15 bus yang dihiasi dengan poster Presiden Suriah Bashar Assad akan membawa mereka kembali ke Suriah.
Walau pemulangan ini difasilitasi oleh Pemerintah Libanon, dengan badan pengungsi PBB (UNHCR). Mereka bersikeras bahwa tak ada paksaan bagi pengungsi itu untuk kembali ke negaranya.
Juru bicara UNHCR Lisa Abou Khaled mengatakan, bahwa mereka hanya mengunjungi warga Suriah yang akan kembali secara sukarela, tetapi pihaknya mengaku belum memeriksa situasi keamanan di Beit Jinn.
Dia mengatakan para pengungsi mengatakan mereka kembali ke Suriah karena kondisi hidup di Libanon sulit dan mereka ingin bersatu kembali dengan keluarga.
"Keputusan orang-orang ini untuk kembali didasarkan pada jaminan dari keluarga mereka di Suriah," katanya.
Pengungsi Suriah telah membentuk sekitar seperempat populasi di Libanon, dengan sekitar satu juta orang diperkirakan telah melarikan diri ke sana sejak perang saudara dimulai pada tahun 2011.
Presiden Libanon Michel Aoun menyerukan warga Suriah yang terlantar di negaranya untuk dikembalikan ke 'daerah aman' di tanah air mereka.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya