5 Pembajakan pesawat paling dramatis bukan oleh teroris
Merdeka.com - Umumnya, pembajakan pesawat terjadi oleh ulah teroris. Mereka sengaja menyusup, menyandera, atau sekalian menaruh bahan peledak untuk menewaskan seluruh penumpang. Dari ratusan pembajakan pesawat tercatat pertama pada 1932, motif politik selalu yang mewarnai aksi para pelakunya.
Sayap militer Organisasi Pembebasan Palestina, Pasukan Merah Jepang, Macan Tamil, Al Qaidah, hingga ISIS masuk daftar kelompok militan yang pernah memakai strategi pembajakan ataupun sabotase pesawat demi meraih tujuan politiknya. Korban jiwa pun membeludak. Puncaknya saat Al Qaidah menabrakkan empat pesawat komersial di AS pada 11 September 2001.
Fakta di lapangan mencatat, ternyata tidak semua pembajakan pesawat dipicu niat menjalankan aksi teror. Contohnya adalah insiden pembajakan pesawat EgyptAir pada Selasa (29/3) yang berakhir tanpa korban jiwa.
Pesawat rute Alexandria-Kairo itu di tengah jalan diambil alih oleh penumpang bernama Seif Eldin Mustafa. Pria berusia 40-an tahun itu menuntut pilot terbang ke Siprus. Jika menolak, dia mengancam siap meledakkan sabuk bom.
Setibanya di Bandara Lacarna, pelaku menuntut diberikan seorang penerjemah. Selain itu, dia meminta dihubungkan pada mantan istrinya yang berstatus sebagai warga negara Siprus. Diduga kuat, ada masalah pribadi antara mereka bedua sehingga pelaku nekat membajak pesawat.
Perempuan itu tinggal di Desa Oroklini, tak jauh dari Bandara Larnaca. Mantan istri Mustafa ini ikut tim negosiator, sampai akhirnya beberapa jam kemudian sang pelaku melunak lalu menyerahkan diri.

Pembajak EgyptAir ditahan (c) Reuters/Yiannis Kourtoglou
Pesiden Siprus Nicos Anastasiades memastikan pembajakan pesawat EgyptAir hampir pasti karena motif pribadi. Tidak ada tanda-tanda aksi ini terkait jaringan terorisme. Belakangan, Jubir Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut pelaku tidak terkait jaringan terorisme apapun. "Dia bukan teroris, dia cuma orang idiot," ujarnya.
Walau motif pelaku 'idiot' ini melegakan, toh nyawa 55 penumpang dan kru tetap jadi taruhannya. Alasan Mustafa, yang sampai sekarang masih menjalani interogasi aparat, sangat membahayakan.
Nah, merdeka.com berhasil merangkum cerita-cerita pembajakan pesawat yang dramatis sekaligus mirip dengan insiden EgyptAir tempo hari. Pelaku bukan teroris atau sekadar penjahat biasa yagn niat awalnya sederhana. Namun beberapa dari insiden dalam daftar ini berakhir tragis karena semua penumpang tewas. Seperti apa kisahnya? Berikut rangkumannya:
MAS dibajak orang Jepang, tak jelas motifnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada tahun 1977, maskapai Malaysia Airlines nomor pesawat 653 menjadi misteri yang tak terpecahkan lebih dari tiga dekade. Tidak lama setelah lepas landas dari Penang menuju Kuala Lumpur, kapten G.K Ganjoor melaporkan serangan pemabajak.
Pembajak tak diketahui identitasnya ini meminta putar haluan menuju Singapura. Secara tidak diharapkan, komunikasi mati total, pesawat terjatuh di Kampong Ladangm Tanjong Kupang. Tujuh orang awak kabin tewas, bersama 93 penumpang lainnya.
Kepala Departemen Publik Malaysia Mahfuz Khalid, Menteri Pertanian Datuk Ali Haji Ahmadand dan Duta Besar Kuba untuk Jepang Mario Garcia diketahui ikut tewas dalam insiden tersebut. Beberapa tersangka diketahui bukan kelompok teroris, melainkan Tentara Merah Jepang yang disalahkan. Namun begitu, tidak ada bukti nyata yang ditemukan.
Tiga pencari suaka bajak pesawat demi capai Australia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRekaman gambar dari kamera pemantau di Pulau Comoros, Afrika Selatan, tahun 1996, menunjukkan detik-detik jatuhnya pesawat Maskapai Ethiopia Airlines nomor pesawat 961. Insiden ini menggemparkan dunia, disebut sebagai adegan pembajakan oleh tiga orang Ethipoia yang mencari suaka ke Australia.
Mengetahui tidak memiliki cukup bahan bakar menuju Negeri Kanguru, Pilot Leul Abate mengarahkan pesawat ke Pulau Comoros. Hal tersebut dipaksakan, agar para penumpang dapat mempunyai peluang untuk kabur.
Celakanya, pilot tidak berhasil mendaratkan pesawat di Bandara Pangeran Said Ibrahim dan memaksa parit di perairan dangkal sebagai landasannya. Beberapa masyarakat sekitar menyerbu untuk menyelamatkan penumpang. Walau begitu, 122 dari 172 penumpang dan awak kabin diketahui tewas.
Usai dapat tebusan, pembajak terjun payung dari pesawat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeorang diketahui bernama samaran D.B Cooper membajak Maskapai Northwest Orient nomor pesawat 305, Boeing 727-100 ini terbag dari Portland, Oregon menuju Seattle, Washington. Pria tersebut meminta tebusan senilai USD 200 ribu dan parasut pesawat.
Pria itu mengancam bila permintaan tak dipenuhi, sebuah bom telah siap untuk meledak. Untungnya pendaratan berhasil dilakukan, dengan permintaan dipenuhi oleh Polisi FBI.
Seluruh penumang pesawat dibebaskan si pembajak beserta pramugari. Usai puas dengan tebusan dan bahan bakar mencukupi, pria ini meminta pesawat untuk kembali terbang ke Reno, Nevada.
Pembajak ini nekat membuka pintu darurat dan melompat dengan membawa uang tebusan dengan bekal parasut tersebut. FBI melaporkan situasi saat itu sedang badai hebat, pembajak dipercaya tidak selamat. Kasus ini diketahui belum terselesaikan.
Rekor pembajakan pesawat terjauh sedunia oleh suami istri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comInsiden pembajakan terjadi saat Pesawat Boeing 707 milik Brainiff Flight, asal Jerman tengah mengisi bahan bakar di San Antonio, Texas. Pesawat ini terbang dari Acapulco menuju New York dengan membawa 102 penumpang dan seorang awak kabin.Â
Usai dibajak, pesawat ini terbang selama 43 jam melintasi Texas, Meksiko, Peri, Brasil, dan berakhir di Argentina. Sempat mengisi bahan bakar di Monterrey Meksiko, pembajak melepaskan beberapa pramugari, Jeanette Eatman Crepps, Iris Kay Williams and Anita Bankert Mayer, bersama seuruh penumpang.
Awak kabin tersisa adalah Pilot Dale Bessant, Bill Wallace, Â Phillip Wray dan dua pramugari Ernestina Garcia and Margaret Susan Harris. Mereka terbang menuju Lima.
Sumber Angkatan Udara Amerika Serikat menyebut Robert Jackson dan seorang teman wanitanya asal Guatemala adalah kelompok pembajak. Mereka ingin uang tebusan senilai USD 100 ribu dan pergi ke Aljazira.
Drama pembajakan terjadi dengan satu persatu awak kabin dibebaskan. Para pembajak akhirnya menyatakan menyerah lantaran permintaannya sendiri. Mereka kelelahan setelah terbang dengan jarak lebih dari 7,500 mil. Rekor ini disebut sebagai pembajakan dengan jarak terjauh sedunia.Â
Germanwings dibajak pilot yang ajak bunuh diri penumpang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPesawat maskapai Germanwings jenis Airbus A320 rute Barcelona menuju Dusseldorf itu menabrak Pegunungan Alpen setelah menukik tajam dari ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Pesawat nahas itu menuju titik terakhir radar di level 200 meter hanya dalam delapan menit.
Sampai beberapa detik sebelum menghujam pegunungan, pesawat itu dikendalikan oleh kopilot Andreas Lubitz. Pria asal Kota Montabaur, Jerman, itu dinyatakan oleh BEA terbukti mengidap gangguan jiwa serta depresi tingkat menengah. Lubitz menenggak pil anti-depresan beberapa minggu sebelum insiden nahas tersebut. Kopilot 28 tahun itu memperbarui izin terbangnya pada November 2014.
Insiden pada 24 Maret 2015 itu menewaskan seluruh 144 penumpang dan enam kru. Korban berasal dari Jerman, Spanyol, Inggris, Kolombia, hingga Kazakhstan. Korban tewas termasuk dua bayi dan rombongan 16 pelajar dari Jerman yang sedang darmawisata.
Tim BEA memastikan Germanwings jatuh akibat aksi Lubitz bunuh diri, berdasarkan rekaman suara kokpit (CVR) serta kotak hitam pesawat.
Insiden bermula saat Pilot Patrick Sondenheime keluar dari kokpit karena ke kamar kecil. Saat hendak masuk lagi, pintu ruang kemudi tak bisa diakses. Pintu itu dikunci dari dalam oleh Lubitz. Selanjutnya, Lubitz mengganti kendali ke mode manual, lalu menurunkan secara ekstrem ketinggian pesawat.
Pilot diduga sudah merasa ada yang aneh sehingga memanggil nama kopilotnya dengan keras, bahkan cenderung berusaha menggebrak pintu dalam 10 menit akhir rekaman CVR. Selama rekaman itu, terdengar Lubitz bernafas secara normal, menandakan dia secara sadar melakukan aksinya.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya