Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Negara ini punya api 'abadi' termasuk Indonesia, hujan tak padam

5 Negara ini punya api 'abadi' termasuk Indonesia, hujan tak padam Pintu neraka di Turkmenistan. ©AFP PHOTO/Igor Sasin

Merdeka.com - Api abadi bisa saja muncul jika daerah tersebut mengandung gas alam atau minyak dan tersulut api. Akibatnya, wilayah tersebut memiliki kobaran api yang tak ada habis-habisnya. Inilah yang disebut api abadi. Beda dengan api pada umumnya, api abadi tak akan padam meski terkena air hujan.

Fenomena alam ini ternyata muncul di berbagai negara, salah satunya adalah Indonesia. Berikut beberapa api abadi yang muncul di berbagai belahan dunia:

Pintu Neraka di Turkmenistan

di turkmenistan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pintu neraka di Turkmenistan memang terkenal di dunia. Fenomena alam ini sangat terkenal karena berbentuk lubang besar. Kemunculan pintu negara berawal pada 1971, ketika ilmuwan Uni Soviet mengebor tanah untuk mencari minyak dan kemudian membakarnya untuk mengeluarkan gas beracun.

Pengunjung saat menyaksikan fenomena 'Pintu Neraka' di Turkmenistan. Lubang ini juga menjadi simbol Turkmenistan merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia.

Api Abadi Mrapen Indonesia

mrapen indonesia rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Api abadi Mrapen adalah sebuah kompleks yang terletak di desa Manggarmas, kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi, Semarang, berjarak 26 km dari Kota Purwodadi. Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.Banyak peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan HAORNAS. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.

Api abadi di balik air terjun

di balik air terjun rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebuah api abadi dekat air terjun berada di Shale Creek Preserve, bagian dari Chestnut Ridge Park di New York Barat. Letak api abadi ini berada di gua kecil mengandung gas alam di balik air terjun. Api ini terlihat hampir berkobar sepanjang tahun, meskipun dapat dipadamkan dan kadang-kadang harus dinyalakan kembali.Diceritakan bahwa api ini ada sebagai hasil pribumi Amerika yang menyalakannya ribuan tahun lalu. Uniknya, walaupun tempat ini diketahui memang memiliki sumber daya minyak seperti etana atau propana yang tinggi, peneliti tidak mengetahui bagaimana api ini tetap dapat bertahan pada tempat seperti itu.

Yanartas di Turki

turki rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Yanartas, atau dalam bahasa Turki artinya batu menyala, merupakan fenomena alam dekat lembah Olympos dan taman nasional di Provinsi Antalya di Barat Daya Turki. Di sini terdapat puluhan kobaran api kecil yang selalu menyala di sela-sela bebatuan di pinggir gunung. Tepat di bawah api abadi terdapat reruntuhan kuil Hephaistos. Menurut sejarah, dewa Yunani yang menjadi api dan perannya sebagai pandai besi untuk para dewa lainnya.Untuk melihat api dan reruntuhan kuil ini, pengunjung terlebih dahulu harus menuju ke pintu masuk di kaki gunung. Situs ini berada di puncak pendakian sekitar satu kilometer.

Baba Gurgur di Irak

di irak rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Api abadi juga terdapat di Irak, tepatnya di Baba Gurgur di Kirkuk. Api abadi ini awalnya adalah lapangan minyak terbesar di dunia. Tiba-tiba timbul api yang berasal dari gas alam yang keluar melalui bebatuan sekitar. Api abadi inilah yang dinamakan "Api Abadi Baba Gurgur."Api ini menghasilkan gas sulfida hidrogen yang berbahaya, jadi para pengunjung diharapkan untuk berhati-hati akan asap yang dihasilkan api ini. Api ini telah ada sejak 4.000 (empat ribu) tahun yang lalu dan dapat dilihat dari kejauhan.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP