39 Jasad TKI korban kapal tenggelam di Malaysia sudah diidentifikasi
Merdeka.com - Hingga hari ini Selasa (8/9) pukul 19.30, sebanyak 39 jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) telah berhasil diidentifikasi secara langsung oleh keluarga. Dari jumlah tersebut 18 jenazah telah dipulangkan ke Indonesia, dan rencananya 10 jenazah yang telah selesai pengurusan dokumennya juga akan dipulangkan ke Indonesia besok.
Keluarga korban masih terus berdatangan ke rumah sakit untuk mengidentifikasi jenazah baik melalui identifikasi visual maupun identifikasi personal effect. Tim DVI PDRM juga telah mengambil sampel DNA keluarga sebagai sarana terakhir untuk identifikasi jenazah yang tidak Operasi pencarian pada hari ini tidak menemukan adanya korban tambahan, demikian pernyataan tertulis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur yang diterima merdeka.com, Selasa (8/9).
Operasi Tim SAR yang dijadwalkan berlangsung satu minggu akan berakhir pada esok (9/9). Sekiranya operasi pencarian tidak diperpanjang, maka total korban yang ditemukan adalah 62 korban meninggal dan 20 korban selamat. Dengan demikian total jumlah penumpang kapal adalah 82 orang,
sebagaimana perkiraan awal yang telah disampaikan sebelumnya.
Dubes RI untuk Malaysia, Herman Prayitno, menegaskan bahwa KBRI akan terus memfasilitasi keluarga yang akan melakukan identifikasi dengan menempatkan staf Kedutaan di setiap rumah sakit di mana jenazah korban disimpan.
Dubes Herman juga menegaskan bahwa KBRI akan berupaya maksimal agar proses repratiasi jenazah dapat dilaksanakan secepat mungkin bekerjasama dengan BNP2TKI dan Pemda asal korban.
Satgas KBRI KL terus melakukan koordinasi dengan otoritas Malaysia dan instansi terkait di Indonesia untuk penanganan para korban, baik korban selamat maupun korban meninggal.
Pemerintah Provinsi secara khusus juga telah mengirim tim untuk membantu Satgas KBRI KL dalam memfasilitasi pemulangan jenazah asal Aceh.
Informasi dihimpun KBRI Kuala Lumpur, kapal kelebihan penumpang itu berangkat dari Sabak Bernam menuju Balai Tanjung Asahan, Sumatera Utara. Para penumpang adalah buruh migran di Malaysia yang tidak memiliki dokumen, sehingga nekat menaiki kapal tidak layak tersebut untuk kembali ke Tanah Air. Nahas, dalam perjalanan Kamis (3/9) subuh waktu setempat, kapal yang mereka tumpangi oleng, lalu terempas ke laut. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya