3 Dampak setelah Arab Saudi bebaskan wanita mengendarai mobil
Merdeka.com - Arab Saudi mulai membebaskan wanita mengendarai mobil mulai 24 Juni 2018. Mendengar kabar itu, para wanita di Saudi langsung mencoba menjajal mobil yang mereka tumpangi ke beberapa tempat. Sebelum mereka diperbolehkan mengendarai mobil, keluarga terpaksa membayar seorang sopir dengan biaya USD 300 sampai 400 (RP 4,2 juta sampai Rp 5,6 juta).
Mengizinkan perempuan memegang kemudi kendaraan adalah bagian dari reformasi yang didorong oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman, dalam upaya untuk mengubah ekonomi eksportir minyak dunia dan membuka masyarakatnya yang tertutup. Tapi di balik itu semua, ada efek imbas pencabutan larangan ini, apa saja?
Penjualan mobil di Saudi meningkat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBeberapa merek mobil yang merajalela di Saudi antara lain Nissan, Toyota, Hyundai dan KIA. Diperkirakan akan terjadi kenaikan penjualan merek mobil tersebut pada 2018, setelah larangan mengendarai tersebut dicabut.
Menurut prediksi Lembaga Konsultan Automotif LMC Automotive, pencabutan larangan ini akan meningkatkan penjualan mobil di Arab Saudi sebesar 15 sampai 20 persen per tahun.
Alasannya, kalangan menengah hingga menengah ke atas di Arab Saudi biasanya memiliki dua mobil per keluarga. Satu mobil digunakan oleh kepala keluarga, sedangkan satu lagi digunakan secara bergantian oleh anggota keluarga perempuan dan anak-anak, menggunakan jasa sopir pribadi. Dengan aturan baru ini, anggota keluarga perempuan, apalagi yang berstatus pegawai swasta, bisa membeli mobil sendiri.
Penjualan Saham Saudi meningkat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenurut Bloomberg Economics, pencabutan larangan mengendarai mobil juga berefek pada penjualan saham di Saudi Aramco. Langkah itu bisa menambah sebanyak USD 90 miliar atau Rp 1,2 triliun untuk output ekonomi pada tahun 2030. Penjualan saham sebanyak 5 persen di Arab Saudi Oil Co bisa menghasilkan sekitar USD 100 miliar atau setara dengan 1,4 triliun."Tetapi ini membutuhkan waktu sebelum pencapaian ini tercapai, karena ekonomi perlu beradaptasi dengan semakin banyaknya wanita yang mencari pekerjaan." kata Ziad Daoud, kepala ekonom yang berbasis di Dubai untuk Ekonom Timur Tengah untuk Bloomberg Economics.
Dibukanya kursus mengendarai mobil
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada Oktober 2017, seorang wanita Saudi tewas ketika belajar mengendarai mobil di Kota Jeddah. Korban adalah wanita Saudi pertama yang meninggal saat belajar mengemudi. Untuk itulah Saudi memberikan sebuah pelajaran agar wanita terhindar dari kecelakaan. Kementerian Dalam Negeri menyiapkan hari bagi kaum wanita untuk mengemudi, membuka sekolah-sekolah mengemudi dan menetapkan lokasi-lokasi bagi wanita menukar surat izin mengemudi yang mereka peroleh di luar negeri. Pemerintah bekerja sama dengan Najm menyiapkan inspektur dari kaum hawa.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya