2 Tentara Israel tewas dalam serangan mobil di Tepi Barat
Merdeka.com - Tentara Israel menjadi korban dalam serangan penabrakan mobil yang dilakukan oleh pengemudi Palestina, di Tepi Barat utara, Jumat sore pukul 04.15 waktu setempat. Dua tentara Israel tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka.
Dinas Militer dan Darurat Israel menambahkan kejadian ini di dekat pemukiman Reihan, sekitar 25 kilometer sebelah barat Jenin.
Juru Bicara Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan pengemudi Palestina tersebut dievakuasi ke rumah sakit Israel untuk menjalani perawatan. Hingga kini pengemudi masih ditanyai, seperti dilansir dari laman CNN, Jumat (16/3).
Menurut Conricus, pengemudi Palestina sengaja menabrakkan kendaraannya ke arah tentara Israel saat mengamankan rute-rute sekitar pemukiman Mevo Dotan di Tepi Barat utara.
Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman menuliskan cuitannya di akun Twitter miliknya. "Kami akan memberikan hukuman mati bagi teroris, menghancurkan rumahnya, dan menghukum orang lain yang terlibat."
"Ini adalah teror yang didukung oleh (Presiden Palestina Mahmoud Abbas) dan Otoritas Palestina yang mendanai keluarga teroris. Kami akan menghentikan mereka," tambahnya.
Tidak hanya itu saja, pihak Israel juga akan menahan izin kerja bagi keluarga pengemudi, termasuk 67 izin kerja di Israel, 26 izin usaha, dan 4 izin kerja di masyarakat.
Menurut Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoom, serangan yang dilakukan pengemudi tersebut merupakan desakan rakyat Palestina untuk meneruskan perlawanan dengan menggunakan segala cara.
Aksi penabrakan yang terjadi pada Jumat sore menjadi "Hari Kemarahan" di Tepi Barat dan Gaza. Faksi-faksi Palestina melakukan demonstrasi berskala besar untuk menandai 100 hari sejak Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya