179 Pria Suriah bakal diajarkan tafsiran Islam yang benar
Merdeka.com - Hampir 200 pria yang dievakuasi dari Kota Homs, Suriah, yang saat ini ditahan oleh petugas keamanan bakal menerima kelas agama untuk mengubah penafsiran mereka yang salah terhadap Islam.
Gubernur Provinsi Homs, Talal Barazi, kemarin mengatakan 179 pria saat ini berada dalam tahanan akan menerima instruksi keagamaan dan sesi dukungan dari psikolog, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (16/2).
"Selama empat hari, ketika dokumen-dokumen mereka sedang dikaji oleh otoritas yang kompeten, mereka yang masih ditahan akan menerima instruksi keagamaan untuk mengubah pernafisran mereka yang salah tentang Islam," kata Barazi.
Dia menambahkan bahwa psikolog dan sosiolog akan menawarkan dukungan mereka untuk membantu dengan cara rehabilitasi. Sementara anggota PBB akan memberi mereka kursus terkait hak asasi manusia.
Barazi mengatakan 179 pria itu, yang terdiri dari anak laki-laki dan pria dewasa, berusia antara 15 tahun sampai 55 tahun ditahan setelah adanya operasi untuk mengevakuasi warga sipil dari kota tua Homs, daerah sudah terkepung di Suriah bagian tengah.
Dia menjelaskan sekitar 390 laki-laki usia pejuang telah meninggalkan Homs, di mana 211 di antaranya sudah dibebaskan sejauh ini.
Pada Kamis pekan lalu, PBB mengatakan sekitar 430 pria dan anak laki-laki telah ditahan, dengan hanya 181 orang yang baru dibebaskan.
PBB dua hari lalu telah menyatakan keprihatinannya tentang nasib para pengungsi laki-laki dan bahwa Suriah tengah diawasi atas nasib mereka.
"Kami secara konsisten dan terus-menerus menyerukan pemerintah untuk menjamin keselamatan dan keamanan orang-orang ini dan untuk menghormati hukum internasional serta hak asasi manusia," ujar Juru bicara badan pengungsi PBB, Melissa Fleming, kepada wartawan.
Operasi kemanusiaan yang dimulai pekan lalu sejauh ini telah mengevakuasi sekitar 1.400 orang dari daerah Homs, yang berada di bawah pengepungan ketat tentara selama lebih dari 18 bulan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah juga mendistribusikan ratusan paket makanan untuk mereka yang tinggal di kota tua itu.
Barazi kemarin mengatakan bahwa sebagian besar bantuan kemanusiaan telah didistribusikan, tetapi belum bisa menentukan apakah bantuan distribusi atau evakuasi warga sipil itu akan terus dilanjutkan.
Sebelum operasi dimulai, sekitar 3.000 orang terjebak di dalam daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Homs, di mana banyak dari mereka bertahan dengan mengambil zaitun dan tanaman liar sebagai persediaan makanan yang mulai berkurang. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya