125 Akun radikal berhubungan dengan ISIS diblokir Twitter
Merdeka.com - Perusahaan akun jejaring sosial Twitter, menutup lebih dari 125 ribu akun berbau radikalisme sejak pertengahan 2015. Akun-akun menjurus terorisme ini, sebagian besar terkait dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
Twitter menyatakan hanya memblokir akun yang dilaporkan oleh sejumlah akun lainnya. Meski demikian, Twitter mengklaim telah meningkatkan jumlah tim yang bertugas memonitor dan merespon laporan dalam waktu yang cepat.
"Kami hanya memblokir akun yang dilaporkan memiliki keterkaitan dengan terorisme dan ISIS," tulis perusahaan berlogo burung biru tersebut dalam blog resmi mereka, dua hari lalu.
Langkah yang dilakukan Twitter ini sudah dilakukan beberapa perusahaan teknologi lain, termasuk Facebook. Akun-akun diduga menyebar propaganda terorisme itu dianggap awal dari tindakan terorisme di berbagai belahan dunia.
Kelompok militan ISIS sendiri dikenal memiliki banyak simpatisan di dunia maya. Kelompok radikal ini bahkan punya majalah daring yang dapat diunggah dan dibaca bebas oleh siapapun pengguna teknologi.
Pasalnya, sejak mereka mulai menggunakan media sosial, simpatisan kelompok teror ini semakin berkembang pesat.
Mereka mengajak para calon simpatisan bergabung melalui jejaring sosial. Diharapkan dengan diblokirnya akun-akun radikal, dapat mengurangi tindak terorisme dan simpatisan yang ingin bergabung dengan kelompok teror tersebut. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya