10 Persen anggaran militer dunia bisa hapuskan kemiskinan
Merdeka.com - Lembaga peneliti Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) di Swedia dua hari lalu merilis data soal anggaran militer dunia.
Menurut SIPRI, anggaran militer dunia naik satu persen pada tahun lalu. Kenaikan itu adalah yang pertama sejak empat tahun terakhir. SIPRI menyimpulkan dari seluruh anggaran militer negara-negara di dunia, sepuluh persennya saja sebetulnya bisa digunakan untuk menghapuskan kemiskinan dan kelaparan yang menjadi target Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2030.
Dilansir dari situs Global Post Selasa (5/3), dalam laporan SIPRI, anggaran belanja militer dunia tahun lalu seluruhnya mencapai angka USD 1,7 triliun. Amerika Serikat masih menjadi negara paling besar anggaran militernya dengan angka USD 596 miliar atau turun 2,4 persen dari tahun sebelumnya.
China berada di urutan kedua sebagai negara paling getol belanja militer dengan angka USD 215 miliar (naik 7,4 persen). Arab Saudi menyalip Rusia di urutan ketiga, dan Inggris ada di peringkat kelima.
SIPRI mengatakan anggaran belanja militer tahun lalu itu setara 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto dunia dan sepuluh persennya saja bisa cukup untuk mencapai target 193 negara anggota PBB yang ingin menghapuskan kemiskinan dan kelaparan pada 2030.
"Data itu bisa memberikan gambaran tentang apa yang sebetulnya bisa dimanfaatkan dari anggaran militer dunia," ujar Sam Perlo-Freeman, ketua proyek SIPRI kepada Yayasan Thomson Reuters.
"Ini bisa memicu perdebatan meski pemotongan sepuluh persen anggaran militer dunia itu tidak bisa dilakukan. Ini murni soal kebijakan politik dari tiap negara."
PBB memiliki data 800 juta orang di muka bumi ini masih berada dibekap kemiskinan dan kelaparan, terutama di negara-negara yang mengalami konflik. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya