Polisi tegaskan kabar pengeboman di hutan Nduga Papua hoaks
Merdeka.com - Polda Papua menegaskan kabar pengeboman di hutan Kabupaten Nduga adalah bohong alias hoaks. Kabar ini sempat beredar di sosial media. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal memastikan kondisi di Nduga saat ini kondusif.
"Terkait beredarnya isu pemboman diduga pada media sosial itu tidak benar (hoax), karena peristiwa tersebut merupakan kebakaran hutan di Provinsi Kalimantan Tengah, dan hari ini situasi di Kabupaten Nduga dalam keadaan aman dan kondusif," tutur Kamal dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (12/7).
Hari ini personel Polda Papua melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Nduga, terkait kasus penembakan pesawat dan pembunuhan terhadap tiga warga sipil dan satu orang anak mengalami luka bacok.
Penembakan pesawat terjadi hari Jumat (22/6). KKB menembaki pesawat Dimonim Air asal Timika dengan pilot Captain Kasta Gunawa dan Co-Pilot Irena Nur Fadila, yang membawa 17 personel BKO Brimob Pengamanan Pilkada Gubernur Papua.
Akibat kejadian tersebut pergelangan kaki kanan Co pilot terkena serpihan peluru, dan bagian depan pesawat terkena tembakan. Setelah dilakukan penanganan medis terhadap Co pilot dan pengecekan terhadap kondisi pesawat, kemudian pada pukul 13.45 WIT, pesawat Twin Otter Dimonim Air PK-HVU lepas landas menuju Timika dengan tidak membawa penumpang. Sementara saat ini situasi di Kabupaten Nduga dalam keadaan aman dan kondusif.
"Selanjutnya penembakan pada hari Senin tanggal 25 Juni 2018 pukul 09.50 WIT bertempat di Bandara Keneyam, yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata terhadap pesawat Twin Otter Trigana Air PK-YRU rute Wamena–Keneyam, yang membawa 15 orang anggota Brimob BKO Kabupaten Nduga untuk melaksanakan pengamanan Pilkada di Kabupaten Nduga dan terjadi penembakan terhadap tiga warga sipil (MD) dan satu orang anak mengalami luka berat," lanjut Kamal.
Pasca serangkaian penembakan tersebut, Rabu (27/6) diberangkatkan 1 SSK Brimob dan 1 SST TNI dan saat ini sudah berada di Kabupaten Nduga.
"Pada hari Jumat tanggal 06 Juli 2018, saat personel Brimob melaksanakan pengamanan di Bandara Keneyam, terjadi penembakan terhadap personel Brimob. Akibat kejadian tersebut anggota Resimen 1 Pelopor Brimob atas nama Bharada Rafindo Refli Sagala mengalami luka tembak, dan saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Polri Keramat Jati Jakarta," terangnya.
Kemudian tanggal 11 Juli sekira pukul 11.17 WIT, helikopter Polri yang mengirimkan bahan makanan ditembaki. Tidak lama kemudian di sekitar TKP penembakan terjadi kontak tembak antara personel BKO Brimob dengan KKB. Dikarenakan situasi tidak memungkinkan, helikopter Polri kembali ke Pospol Nduga.
Sekira pukul 16.00 WIT helikopter kembali mengirimkan bahan makanan dan terjadi penembakan, sehingga terjadi kontak tembak antara Brimob dengan KKB. Sementara itu, helikopter Polri kembali ke Pospol Nduga dan tiba dalam keadaan selamat, kontak tembak masih terjadi hingga pukul 17.00 WIT.
"Dipastikan pada peristiwa kemarin tidak ada penembakan dari helikopter kepada Kelompok Kriminal Bersenjata apalagi pengeboman, keberadaan helikopter Polri di Kabupaten Nduga untuk membawa bahan makanan dan evakuasi seperti evakuasi korban penembakan personel Brimob pada tanggal 06 Juli 2018," tegasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya