Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

CEK FAKTA: Penjelasan Masa Kedaluwarsa Vaksin Sinovac yang Lebih Cepat

CEK FAKTA: Penjelasan Masa Kedaluwarsa Vaksin Sinovac yang Lebih Cepat Vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk atlet. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Informasi masa kedaluwarsa vaksin Sinovac dan AStrazeneca beredar di media sosial. Informasi tersebut juga berisi perbandingan masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 dengan masa kedaluwarsa makanan.

tangkapan layar informasi masa kedaluwarsa vaksin sinovacistimewa

"Saat beli minuman kaleng, beli mie instant, kacang kulit, biskuit dll, perasaan pasti liat2 dulu deh kapan expirednya...INI BELI VAKSIN DENGAN DANA MILYARAN NGGA LIAT KAOAN EXPIREDNYA ?Raja Ngeles & Raja Ngutang, pura2 lugu atau blaga dungu ?

Berarti semua vaksin expires, dan biasanya DAGANGAN YANG MAU EXPIRED, DI OBRAL,...tapi laporan masuk ttp harga normal sebelum di obral ?!Muke gile loe ndro ...Rakyat cuma di suruh percaya, mingkem manggut2 aja.

Sinovak exp Maret 2021Astrazeneca exp Mei 2021"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi perbandingan masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 dengan masa kedaluwarsa makanan adalah berbeda. Dalam artikel kompas.com berjudul "Penjelasan soal Kedaluwarsa Vaksin Sinovac, Bukan Diproduksi Sebelum Pandemi" pada 15 Maret 2021, dijelaskan bahwa masa kedaluwarsa vaksin Sinovac memang sengaja dipercepat, karena akan kembali dibuat vaksin yang baru.

Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil menjelaskan setiap jenis vaksin masa kedaluwarsanya berlainan.

Biasanya, vaksin bertipe inactivated seperti CoronaVac memiliki masa berlaku antara satu sampai dua tahun.

"Untuk Sinovac itu juga antara 1 sampai 2 tahun, ada juga yang kurang dari 6 bulan," kata Kusnandi.

Dia mengatakan, vaksin CoronaVac, yang saat ini digunakan untuk program vaksinasi, bisa juga dipercepat masa kedaluwarsanya oleh Bio Farma, agar lebih cepat dihabiskan.

"Mungkin saja dibikin setahun yang lalu, tapi supaya cepat habis, dicepatkan expired date-nya. Karena sekarang kan Bio Farma sedang bikin vaksin dari bulk yang baru. Kan banyak ini dikirim bulk dari Sinovac ke Bio Farma," kata Kusnandi.

"Mungkin bulk yang lama expired date-nya dipercepat, biar habis dulu. Jadi yang masuk duluan itu dipakai," ujar dia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heryanto mengatakan, untuk vaksin, istilah yang digunakan bukan kedaluwarsa, tetapi shelf life atau umur simpan.

"Untuk Vaksin Sinovac, BPOM menetapkan jika shelf life-nya adalah 6 bulan," kata Bambang.

Ia menyebutkan, vaksin yang umur simpannya akan habis adalah vaksin CoronaVac batch pertama berjumlah 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis, atau total 3 juta dosis.

Vaksin yang didatangkan langsung pada Desember 2020 itu dalam bentuk jadi dari Sinovac dan dikemas dalam botol kecil untuk satu kali penyuntikan.

"Vaksin tersebut saat ini telah habis digunakan," kata dia.

Sementara itu, vaksin yang sekarang digunakan untuk vaksinasi tahap kedua untuk lansia dan petugas pelayanan publik, merupakan vaksin yang datang pada tahap berikutnya dalam bentuk bulk, lalu diproses oleh Bio Farma.

"Kemasannya beda, bukan lagi botol kecil yang untuk sekali penyuntikan, tapi dalam botol besar atau vial yang berisi 10 dosis," papar Bambang.

Ia memastikan, tenaga kesehatan sudah dilatih dan mempunyai prosedur tetap bahwa sebelum vaksin disuntikkan, akan memeriksa lebih dulu umur simpan vaksin tersebut.

Dia menyebutkan, masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 Sinovac pada kemasan tertulis sampai 2023.

Namun, setelah melalui proses evaluasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dipercepat menjadi enam bulan.

"Kami submit ke BPOM, mereka punya pertimbangan evaluasi dalam keadaan darurat emergency use diberi izin hanya enam bulan expired date-nya, mungkin alasannya bisa jadi punya pertimbangan keamanan vaksinnya," ujar Bambang.

Kemudian dalam artikel kontan.co.id berjudul "Menkes sebut tenggat kadaluarsa dari vaksin AstraZeneca sampai Mei 2021" pada 16 Maret 2021, dijelaskan bahwa vaksin Astrazeneca belum bisa digunakan di Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menuturkan tenggat kadaluarsa dari vaksin AstraZeneca sampai Mei 2021 mendatang. Padahal Indonesia baru saja kedatangan vaksin ini pada 8 Maret 2021 kemarin sebanyak 1,1 juta dosis.

Adapun saat ini implementasi dari vaksin AstraZeneca di Indonesia ditunda sementara lantaran isu adanya efek gangguan pada darah, yang membuat beberapa negara di Eropa menangguhkan penggunaannya. Pemerintah masih akan menunggu hasil penelitian dari WHO terkait efek samping dari vaksin AstraZeneca tersebut.

Kesimpulan

Informasi perbandingan masa kedaluwarsa vaksin Sinovac dengan masa kedaluwarsa makanan adalah berbeda. Masa kedaluwarsa vaksin Sinovac dipercepat, agar vaksin cepat habis dan Bio Farma sedang membuat vaksin dari bulk yang baru.

Selain itu, masa kedaluwarsa vaksin Sinovac dipercept, mengingat adanya emergency use di masa pandemi.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP