Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Viral Nia Ramadhani & Ardi Bakrie Makan di Restoran, Intel Kejaksaan Buka Suara

Viral Nia Ramadhani & Ardi Bakrie Makan di Restoran, Intel Kejaksaan Buka Suara Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani. ©2021 Merdeka.com/instagram.com

Merdeka.com - Sebuah potret Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie makan di restoran viral di media sosial. Tentu saja hal tersebut membuat banyak sekali netizen yang berkomentar.

Tak sedikit yang bertanya-tanya mengenai hal itu mengingat Nia dan Ardi seharusnya sedang menjalani rehabilitasi. Kejari Jakarta Pusat dan Balai Rehabilitasi Fan Campus pun memberikan penjelasan.

Dilansir dari video di instagram @cumicumi.com_insta, Kasi Intel Kejari Jakarta Pusat, Bani Immanuel buka suara mengenai kabar Nia dan Ardi yang tengah viral.

Kasus Nia dan Ardi

Ditegaskan bahwa Nia dan Ardi masih menjalani rehab, kasus mereka pun masih diproses.

"Sebenarnya untuk saat ini masih diposisi yang sama, dalam arti berkas perkara di pihak Polres Jakarta Pusat namun kemarin itu berkas itu sudah dikirimkan yang pertama," kata Bani.

"Namun ketika sudah kembali ke kejaksaan untuk diteliti ternyata masih ada kekurangan harus kita kembalikan lagi untuk mendapatkan, memenuhi unsur dalam satu berkas itu. Belum kembali lagi ke kejaksaan," sambungnya.

Video Lama

Direktur Program Balai Rehabilitasi Fan Campus, Hendra Haeruman mengatakan bahwa video tersebut sudah lama direkam. Ia pun menegaskan bahwa Nia dan Ardi masih menjalani rehabilitasi.

"Video itu video lama, bukan dibuat pada saat mereka menjalani Rehabilitasi Di Fan Campus," kata Hendra.

"(Sekarang) Masih menjalani Rehabilitasi di Fan Campus. Untuk rawatan Rehabilitasi primary(utama) berjalan 4 bulan. Untuk tahap lanjutnya (rawat jalan) dua bulan. Sejak awal Juli," sambungnya.

Kata Pihk Keluarga

Pihak keluarga melalui juru bicaranya, Lalu Mara turut menjelaskan bahwa video yang tersebar di media sosial merupakan video lawas.

"Itu video lama. Kan ada keterangan ada kata 'throwback'," kata Lalu.

"Media dan warganet harus teliti dan bijak dalam membaca dan mengomentari berita yang tidak terkonfirmasi," sambungnya.

(mdk/end)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP