Rhoma Irama Merasa Tak Adil, Aksi Panggungnya di Saat PSBB Akan Diproses Hukum
Merdeka.com - Rhoma Irama tengah menjadi sorotan. Hal tersebut lantaran ia manggung dalam acara khitanan yang digelar oleh salah satu keluarga temannya di Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/6/20).
Dilansir dari Liputan6.com, yang menjadi sorotan, acara tersebut juga ditonton oleh warga sekitar. Rhoma sendiri mengaku awalnya tak mau manggung karena masih dalam keadaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Namun, akhirnya ia datang sendiri hanya untuk memenuhi undangan. Kala itu ia sempat menegaskan tak akan tampil dengan Soneta Group.

Youtube uct Channel ©2020 Merdeka.com
"Sebetulnya begini, saya datang itu atas undangan dari Pak Surya. Karena dengan catatan tidak akan menyelenggarakan penampilan Soneta Group," kata Rhoma di instagram.
Rhoma pun saat datang ke acara khitanan itu tampil menggunakan baju sederhana. Soalnya, ia berniat hanya akan kumpul dengan teman-temannya saja.
"Saya datanglah dengan sendirian, dengan pakai baju sederhana aja, enggak pakai jas atau batik. Karena undangan Pak Surya ini ya kumpul-kumpul aja," jelasnya.
Rhoma menjelaskan kronologi saat ia datang ke acara tersebut. Saat itu, ia datang sore hari dan memang sudah ramai orang. Ia juga melihat ada panggung yang diramaikan dengan penampilan sejumlah penyanyi.
Ia diminta untuk mengisi tausiyah. Setelahnya, Rhoma diminta untuk bernyanyi dan ia bersedia. Rhoma melantunkan beberapa tembang andalannya.

Youtube uct Channel ©2020 Merdeka.com
Aksi panggung Rhoma itu dianggap melanggar aturan PSBB dan ia terancam mendapat hukuman. Dilansir dari Antara, Bupati Bogor Ade Yasi menyebutkan bahwa Rhoma dan warga bogor yang mengundang akan diproses hukum.
Soalnya, mereka dinilai sudah melanggar Peraturan Bupati Nomor 35/2020. Polres Bogor juga akan mendalami peristiwa ini.
"Ya, semua kami periksa sesegera mungkin," terang Kepala Polres Bogor, AKBP Roland Ronaldy.
Rhoma menanggapinya. Kata Rhoma, hal tersebut sangat aneh mengingat mengapa dirinya sampai harus diproses hukum.
"Bahkan malam minggunya ada wayang golek sampai pagi. Jadi tiba-tiba ada berita saya mau diproses hukum ini buat saya aneh aja," paparnya.
"Seandainya mau diproses hukum tentunya kan Ibu Bupati yang punya wilayah, begitu berdirinya panggung itu sejak Sabtu, mestinya dilarang. Bahkan malamnya ada wayang golek, mestinya dilarang. Paginya ada penampilan musik, mestinya dilarang," sambungnya.
Ia pun merasa bahwa ini tak adil. Jika memang melanggar, bukan seharusnya ia yang mendapatkan sanksi tersebut.
"Saya datang sore hari, tapi tiba-tiba kenapa saya yang jadi sasaran. Saya yang mempertanggungjawabkan ini. Ini saya rasa unfair ya," papar Rhoma.
(mdk/end)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya