Adipati Dolken jelajah internet demi perankan pemuda 40-an
Merdeka.com - Peran teranyar Adipati Dolken membuatnya harus mendalami bagaimana rasanya menjadi seorang pemuda yang hidup pada jaman perjuangan di tahun 1940-an. Alhasil, demi mendapatkan peran yang apik, ia pun melakukan observasi.
"Gimana menjadi manusia yang ada di jaman itu. Lumayan berat. Sebulan, riset cuman liat foto. Gak ada role model. Sediain buku buat dibaca," katanya di sela temu pers film SANG KIAI, di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).
"Harus bisa dialek Jawa. Jadi anak santri. Gue kan bukan dari santri juga. Observasi lewat internet juga," lanjutnya. Untungnya, ia dibebaskan untuk mengeksplorasi perannya dalam film yang juga dibintangi Christine Hakim, Ikranagara dan Agus Kuncoro Adi itu.

"Enaknya gue dibebaskan buat berkreasi sendiri. Mempelajari situasi, orang-orangnya gimana dan Hasyim Asyari seperti apa. Karena gak tahu banyak sebenarnya," ucapnya lagi.
Namun menurutnya, Hasyim Asyari adalah seorang yang berperan besar dalam kemerdekaan. "Dia pendiri NU. Kalau menurut gue dia salah satu orang yang bisa membuat Indonesia merdeka di tahun itu," tandas Adipati.
#Baca juga
(kpl/ato/dis/dka) (mdk/merdeka)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya